Masihkah Kamu Menonton Siaran Teve?

Seusai pulang bekerja seringkali badan dan pikiran lelah. Yang terlintas di benak kadang-kadang hanya mencari hiburan agar pikiran bersantai. Sayangnya ketika memilih-milih saluran televisi yang ada malah bikin kecewa. Ada yang seolah-olah tiada hari tanpa dangdutan, beberapa menayangkan reality show yang tidak bisa diambil maknanya, juga ada yang menayangkan film yang itu-itu saja.

Memang tidak semua program televisi buruk. Masih ada acara dan film yang saat ini ditayangkan oleh stasiun televisi yang cukup bagus dan mendidik, seperti serial Oshin dan Little House on The Prairie, Mata Najwa, Liputan 6, My Trip My Adventure, Upin & Ipin, Adit Sapo Jarwo, Shaun The Sheep, Laptop Si Unyil, Jejak Petualang, BreakOut, Pesona Indonesia, Dunia dalam Berita, dan Marsha and The Bear. Yang cukup bagus ada Dunia Terbalik, Hei Tayo, Bioskop TransTV, The Voice Indonesia, On The Spot, Orang Pinggiran, ILook, dan Chef’s Table. Mungkin masih ada acara yang bagus lainnya tapi kurang terdeteksi.

Namun dari daftar acara tersebut sangat minim yang tayang prime time dari Senin-Minggu, yakni pukul 19.00-22.00 WIB. Alhasil sepulang kerja pilihannya selain berita, rata-rata adalah kontes dangdut yang tak tahu kapan selesainya, sinetron yang sebagian menunjukkan kehidupan hedon, dan film bioskop yang diulang-ulang sampai bosan. Sering kali aku hanya puas dengan menonton berita. Kalau Sabtu lumayanlah ada Oshin dan Laura meski kalau ada siaran langsung acara tersebut harus mengalah.

Dibandingkan 5-10 tahun lalu menurutku kualitas program acara lebih baik dibandingkan saat ini. Ada banyak acara bagus yang menghilang. Kini tontonan seolah-olah seragam. Kontes dangdut lagi beken, maka yang lain ikutan. Dulu pencarian stand up comedian laris manis, selanjutnya ada banyak yang gelar ajang serupa. Acara kontes masak dan ajang pencarian bakat ratingnya tinggi, lainnya pun tak ingin ketinggalan.

Apabila aku dan lainnya mengeluhkan kualitas siaran televisi, ada saja yang berkomentar, mau yang bagus tapi kok gratisan? Mereka yang berkomentar seperti itu biasanya yang langganan TV kabel dan jarang menonton siaran TV nasional. Menurutku pendapatnya tidak menjawab keluhan.

Siaran publik memiliki tanggung jawab tertentu. Mereka yang memiliki ijin siar juga wajib memberikan tontonan yang berkualitas dan bagus. Bukan berarti masyarakat tak membayar maka mereka boleh menyiarkan apapun. Tidaklah tepat jika ada saran lebih baik berlangganan TV kabel atau tak menonton teve jika terus mengeluh. Berkeluh kesah berarti ada sesuatu, ada harapan agar acara televisi ke depan jauh lebih baik.

Siaran televisi masih dinanti di banyak tempat dan masyarakat di berbagai daerah. Berita diperlukan di daerah terpencil, terpelosok dan di perbatasan. Acara televisi juga bisa menyatukan, membantu mendapatkan informasi dan menjadi media hiburan. Tak semua mampu berlangganan TV kabel. Dulu ketika dikenakan pajak teve saja, banyak yang enggan membayarnya.

Aku kangen acara masak seperti yang diasuh Pak Bondan (alm), Master Chef atau Top Chef Indonesia, ulasan film seperti Cinema Cinema, acara musik seperti Delta dan MTV 100 Persen Indonesia, acara lawak Indonesia Lawak Klub sebelum kemudian monoton, Keluarga Cemara, Si Doel Anak Betawi, serial semacam The X-Files dan sebagainya.

Saat ini tahun pemilu. Moga-moga tiap saluran TV berlaku adil dan obyektif sehingga tidak ada kesan stasiun TV A corongnya paslon A, dan sebaliknya. Menonton TV tetap menjadi media hiburan dan mendapatkan informasi. Masyarakat berhak mendapatkan tontonan yang berkualitas secara cuma-cuma.

Gambar: pixabay, kompasiana

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 2, 2019.

5 Tanggapan to “Masihkah Kamu Menonton Siaran Teve?”

  1. Acara TV tahun 90-an itu memang banyak yang bagus2 yhaaa…

  2. saya masih mbak. buat teman sarapan pagi hehehe..tapi habis itu blas gak pernah..
    kecuali liat tv max stream..di hp

  3. Cuma nonton live MotoGP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: