Sawah

Melihat lahan pertanian, aku melihat kehidupan. Sawah, ladang, dan kebun di pulau Jawa telah banyak berubah menjadi perumahan dan kawasan industri. Kondisi ini menyisakan tanda tanya, sampai kapan Indonesia layak disebut sebagai negara agraris?

Di kota asalku, sepuluh tahun terakhir terjadi banyak perubahan. Sawah-sawah berubah wajah jadi perumahan. Semakin banyak penginapan, pusat perbelanjaan dan kafe dimana-mana. Tapi kotaku makin tak nyaman, hawa dingin mulai menghilang, kemacetan tak terhindarkan, ancaman longsor dan banjirpun membayang.

Daerah yang disebut modern tak harus berubah menjadi hutan beton. Jika semua hutan dan lahan pertanian berubah apakah kiranya bahan makanan akan cukup dihasilkan? Ataukah Indonesia pada suatu ketika harus bergantung kepada negara lain untuk suplai kebutuhan makanannya?

Mengurus lahan pertanian memang tak mudah. Para petani adalah orang-orang yang ulet dan tabah. Tak setiap yang ditanam berhasil untuk dipanen hasilnya. Hasilnya juga kadang-kadang tak sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan.

Menjadi petani tak kalah membanggakan dengan menjadi insinyur perminyakan. Menjadi petani memberikan harapan akan ketersediaan makanan nabati. Dengan sumber makanan mencukupi maka negara akan lebih berdikari.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 3, 2019.

12 Tanggapan to “Sawah”

  1. benar – benar sawah yang indah. kalau gw punya tanah segitu dan lagi panen sawah, kira – kira bisa untung berapa yah?

  2. Btul skli yg Dewi tulis. Tp di tempatku juga skrg, mlah bnyak hutan yg dijadikan kebun sawit oleh perusahaan. Gmn itu? 😇

    • Aku baca kalau sawit itu boros air. Sebenarnya sawit banyak manfaatnya, tapi kalau terus-terusan membuka lahan maka akan membuat permasalahan baru terutama kaitannya dengan ekosistem. Kasihan hewan-hewan, dimana mereka akan tinggal dan mencari makanan. Kalau baca di media ada orang utan yang dibunuh semena-mena, rasanya begitu menyakitkan dan menyedihkan. Hanya demi keuntungan segelintir, alam dikorbankan.

  3. Sepertinya mengenai Rencana Tata Ruang Jawa Bali sudah diatur dengan Peraturan Presiden No.28 Tahun 2012.
    Mengenai RUTR Jawa Barat Perda No.2 tahun 2003.
    Mengenai RTTR Kota Depok Perda No.1 tahun 2015.
    Mungkin semua daerah khususnya Jawa-Bali sudah ada perangkat peraturannya
    Bahkan Undang Penataan Ruang UUPR sudah ada No.26 tahun 2007, sehingga kemungkinannya dalam pelaksanaan, pengawasan, koordinasi dan lain-lain belum optimal atau belum sempurna mengatur RUTR tersebut atau pengaruh Otonomi Daerah karena mengenai kewenangan karena pergantian Pimpinan akan berbeda kebijakannya sehingga diharapkan ada undang-undang yang mengatur dan memproteksi kebijakan stategis mengenai pengaturan kawasan pertanian, kehutanan, perumahan dan lain-lain sehingga pergantian Pimpinan tidak merubah kebijakan tersebut, misalnya dibidang perhubungan kebijakan pengembangan perhubungan adalah kereta api maka pembangunan jalur kereta api yang mungkin merupakan jangka panjang misal 100 tahun tetap dilaksanakan tanpa merubah kebijkannya walaupun pimpinannya berganti-ganti, inspirasi seandainya aku jadi….tks

  4. Kenyataannya memang benar sekali demikian perubahan fungsi lahan yang tidak terkendali, seharusnya saudara kita di Senayan membuat peraturan atau undang-undang yang mengatur alih fungsi dan proteksi rerhadap lahan pertanian sepertinya kalau mau dihitung yang sebenarnya berapa sisa lahan pertanian dan pertumbuhan penduduk yang ideal untuk pulau jawa, kalau kita naik pesawat lihat ke bawah semua sudah menjadi rumah, gedung dan hutan beton, yang hijau sebagian lapangan golf dan sedikit sisa lahan pertanian kalau untuk kota setingkat daerah tingkat I atau Provinsi melalui Perda RUTR, RBWK, kalau untuk ukuran Indonesia mungkin ya Undang-Undang dan untuk pengaturan di Pulau Jawa sudah sulit karena pertumbuhan penduduk, kalau usul saya pindahkan saja secepatnya Ibu Kota biar terjadi pemerataan dan pusat pertumbuhan baru, kemudian pada bagian-bagian lain, pulau-pulau lain diluar jawa mulai dikembangkan menjadi zona pertanian, zona industri dan lain-lain, demikian comment saya sebagai orang awam.tks

    • Setuju Pak. Saya sendiri sebagai orang awam mulai kuatir. Bonus demografi yang didengungkan malah bisa jadi malapetaka jika tak sebanding dengan sumber pangan.

      • Terlepas dari era kepemimpinan dalam pemerintahan oleh siapa? Diperlukan sikap bijak yaitu ada sisi positive dan negative, kenapa sisi positive tidak dilanjutkan saja dan bicara mengenai sektor pertanian bukankah sudah ada yang pernah melakukan dan relatif sudah cukup baik sistem yang diterapkan, tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya, rencana jangka panjang menengah dan jangka pendek, tetapi selalu dihadapkan dengan masalah management, pengawasan, pelaksanaan dan koordinasi dan hal itu sudah berlangsung untuk kurun waktu yang cukup lama, mungkin yang diperlukan fokus, berani melakukan perubahan, profesionalalisme dan melawan arus, ilustrasinya ibarat sebuah kendaraan, maka harus dibuat dengan komponen yang kuat sistem yang canggih sehingga akan menjadi kendaraan yang siap pakai, siapapun yang akan mengendarai kendaraan itu? Terproteksi tidak ada yang merubah-rubah sampai masa pakainya berakhir dan di era otonomi yang sedang berlangsung juga mungkin ada beberapa hal, yang menimbulkan hambatan, padahal idealnya otonomi diberikan untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan pemerintah dan kemampuan untuk mengurus rumah tangganya sendiri, belum mampu fokus pada bidang yang menjadi kekhawatiran kita akan krisis pangan, begitu Embak pendapat saya pribadi sambil mencari inspirasi saya ngaliwet dula ya? Sambil menikmati suara seruling bambu, semilir angin di pematang sawah, mudah-mudahan tidak membuat jadi malas nyangkul, ha,..ha mungkin aktivitas seperti ini yang dibilang nyaman dan menyenangkan, menurut saya pribadi dan awam serta sedang belajar membaca dan menulis…he3x..tks, selamat beraktivitas dan jangan lupa makan siang jangan terlambat.

      • Sudah nulis panjang sebagai jawaban hilang, karena kesalahan teknis, oh betapa gapteknya aku, aky ngaliwet aja deh untuk menghibur, gara-gara ingin tertib pakai surel, ha3X

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: