“Glass”, Akting Prima, Cerita Kedodoran

Tiga orang berkekuatan super yang dianggap berbahaya oleh publik berkumpul di satu ruangan. Ketiganya memiliki kaitan satu sama lain. Kemudian di hadapan mereka duduk seorang psikiater perempuan dengan penuh rasa percaya diri. Cuplikan adegan tersebut pasti bisa Kalian tebak, yakni bagian dari film “Glass” yang tayang reguler mulai hari ini (16/1). Bagaimana kira-kira kelanjutan kisah ketiga superhuman tersebut?

“Glass” melanjutkan kisah dari Kevin dan kawanannya dari “Split”. Kevin Wendell (James McAvoy) alias Mr Horde merupakan pemilik 23 kepribadian. Pribadi ke-24 nya hadir dengan karakter yang buas plus kekuatan superhuman.

Kevin dan kawanannya meneror dan korbannya pun sudah berjatuhan. Hal ini membuat David Dunn (Bruce Willis) alias The Overseer merasa perlu bertindak. Joseph (Spencer Treat Clark) menyarankan ayahnya untuk berhati-hati karena polisi telah berencana menangkapnya.

Dunn berhasil melacak jejak Beast dengan kemampuannya. Ia pun menyelamatkan tawanan Beast dan kemudian mampu menjadi lawan setimpal bagi Beast. Tapi yang terjadi kemudian tak menguntungkan Dunn. Ia malah ikut ditangkap.

Di sebuah rumah sakit dengan keamanan super ekstra ia dipertemukan dengan Beast dan Glass (Samuel L. Jackson), keduanya adalah kriminal yang berhasil ia tangkap. Ketiganya menjadi semacam eksperimen untuk membuktikan mereka hanya berdelusi. Benarkah selama ini mereka hanya berkhayal dan superhuman itu tidak ada?

Kuupayakan seminim mungkin spoiler-nya

Kabar diproduksinya film “Glass” sebenarnya cukup mengejutkan. Mungkin tidak banyak yang mengira, termasuk saya, film “Split” merupakan rangkaian dari film “Unbreakable” yang populer pada awal tahun 2000-an. Munculnya David Dunn di after credit scene membuat fans menebak ada kaitan antara David Dunn yang satu-satunya selamat dari insiden tragis, Mr Glass yang rapuh tapi jenius, dan Mr Horde yang memiliki sisi Beast dalam “Split”.

Film ini termasuk yang ditunggu-tunggu selama tahun 2019. Namun rupanya filmnya kurang memenuhi ekspektasi saya meskipun juga tidak bisa dibilang buruk. Tiga aktor tersebut kemampuan aktingnya tak diragukan lagi. Bahkan aku semakin kagum dengan James McAvoy yang memunculkan 24 kepribadiannya dengan cepat.

Akting tiga pemain utamanya inilah yang menjadi kekuatan film ini terutama James McAvoy dan Samuel L. Jackson karena Bruce Willis kurang banyak dapat porsi di sini. Kemampuan akting ketiga aktor inilah yang menolong cerita yang jalannya agak tertatih-tatih dan ada kesan seolah-olah dikait-kaitkan dengan keterpaksaan.

Ada beberapa bagian cerita yang janggal. Tokoh-tokoh dari kisah sebelumnya malah ada yang malah membikin rancu cerita. Ada nuansa seperti “Beauty and The Beast” yang ganjil jika terjadi di dunia nyata. Tapi ini subyektif dariku sih.

Untuk skoring dan tone-nya aku suka. Skoring dan tone-nya berhasil membuatku tegang dan was-was akan terjadi sesuatu. Divisi skoring dikomandani oleh West Dylan Thordson, ang juga mengomandani divisi musik “Split”

Secara keseluruhan aku kurang puas akan film ini. Kualitas akting James McAvoy patut diacungi jempol sementara dari segi cerita kedodoran dan beberapa bagian janggal serta terkesan dipaksakan.

Detail Film:
Judul : Glass
Sutradara: M. Night Shymalan
Pemeran: Bruce Willis, James McAvoy, Samuel L. Jackson, Anya Taylor-Joy, Luke Kirby, Sarah Paulson, Spencer Treat Clark
Genre : Thriller
Skor : 6.5/10
Gambar : iMDB

~ oleh dewipuspasari pada Januari 16, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: