Buah Mangga Dulu dan Kini

“Poh golek…poh madu, gaduuung,” penjual buah mangga menawarkan dagangannya berkeliling. Ia menyerukan berbagai jenis buah mangga yang dijualnya. Ayahku suka memanggilnya dan jika ada uang lebih ia membelinya satu keranjang penuh. Mataku dan kakak perempuanku membesar. Itu berarti kami akan pesta mangga berhari-hari.

Buah kesayanganku adalah buah mangga. Di Malang buah ini juga disebut sebagai poh. Kok bisa ya mangga jadi poh? Entahlah. Tak begitu penting nama, yang penting buah ini rasanya nikmat.

Buah mangga waktu ku kecil punya banyak varian. Yang paling populer dan paling banyak disukai adalah jenis Gadung. Tekstur buahnya padat. Rasanya manis dan berair. Enak sekali.

Kalau di Jakarta mangga Gadung ini mirip dengan mangga Arum Manis. Sekilas memang mirip namun rupanya beda varian. Mangga Gadung ini banyak ditemui di Probolinggo sehingga juga disebut manggw Probolinggo. Tapi aku sendiri tidak yakin apakah mangga Gadung sama dengan mangga Probolinggo.

Poh populer berikutnya yaitu poh Golek. Mangga ini sekarang relatif tak banyak dijual. Bentuk buahnya agak lonjong dan kekuningan. Rasanya memiliki tekstur agak kenyal. Kadang-kadang agak masam dan banyak airnya.

Jenis mangga lainnya yang suka dibeli ayah adalah mangga Manalagi. Teksturnya kesat dan lebih garing. Saat masam juga enak disantap sebagai rujak. Ketika sudah manis maka buah ini wangi dan sedikit pelit air.

Ada lagi mangga favoritku yaitu poh Madu. Mangga ini agak membulat dan rasanya manis berair. Ia kaya serat sehingga agak sulit dipotong. Paling enak menyantap buah ini dengan ditekan-tekan hingga daging buahnya hancur luluh. Selanjutnya kulit buahnya dibuka perlahan dan diseruput. Wuih sedap dan segar.

Kakak keduaku suka memakannya ala jala-jala. Buah dipotong dengan kulitnya lalu dengan pisau dikerat-kerat horizontal dan vertikal kemudian kulitnya agak ditekuk. Hasilnya seperti jala-jala.

Buah mangga yang dulu masuk buah liar di antaranya poh Randu dan poh Lanang. Jenis buah ini semakin langka, entahlah masih ada atau tidak. Aroma dan rasanya unik jika dibandingkan mangga pada umumnya.

Nah di Surabaya dan Kediri ada yang namanya mangga Gincu dan mangga Podang. Mangga Gincu bentuknya manis lucu, ia seperti apel dan berwarna kemerahan. Rasanya sedikit kenyal dan manis. Mangga Podang agak mirip dengan Mangga Gincu.

Varian mangga lainnya yaitu Mangga Indramayu, Kweni, Okyong, mangga Apel, dan jenis mangga Thailand. Mangga ini memiliki rasa, tekstur, dan wangi yang khas.

Oh ya kemarin di kawasan Kramat Jati banyak dijual mangga seperti Gincu tapi ukurannya lebih besar. Namanya mangga Brazil. Mungkin buah ini jenis impor. Harganya Rp 18 ribu sekilonya. Rasanya agak berserat, manis asam dan berair banyak, dengan wangi yang khas.

Wah mangga saja punya banyak varian ya. Kalian apakah sudah pernah mencoba semuanya?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 20, 2019.

Satu Tanggapan to “Buah Mangga Dulu dan Kini”

  1. mangga dicobian “buah mangga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: