Mengapa Buah Thailand Lebih Terkenal? (Lanjutan Menuju Indonesia Sebagai Raja Buah)

Suatu ketika aku liburan ke Thailand bersama kawan-kawan. Kami mengambil paket tur yang sedikit kusesali, tapi kemudian membawa arti. Ya, di antara spot wisata kami diarahkan ke kebun buah-buahan. Suatu tempat penghasil buah-buahan berkualitas yang mengangkat nama Thailand sebagai negeri pengekspor buah-buahan terbesar di Asia Tenggara. 

Saat hari masih pagi bus kami menuju Suppatra Land, di Rayong, Thailand. Di sana kami disuguhi aneka buah-buahan yang segar untuk dipandang. Buah-buahan ini berkualitas ekspor. Selain dikirim dalam wujud buah utuh, ia juga diolah menjadi manisan dan jus buah segar.

Ya, Thailand pandai mengemas pariwisatanya. Bukan hanya pantai dan kuil tapi juga tempat-tempat yang bagi wisatawan kurang menarik seperti kebun buah dan kebun karet. Dibandingkan Agrowisata Batu jelas kalah. Tidak banyak yang bisa dilihat selain tanaman penghasil buah.

Tapi aku tidak sedang berbicara tentang wisata, aku mengamati pasar buah Asia Tenggara yang didominasi negeri gajah putih ini. Sejak dulu jambu bangkok terkenal, kemudian ada pepaya bangkok, dan mangga dari bangkok yang memiliki tekstur dan rasa khas.

Okelah jambu bangkok terkenal meskipun jambu medan tak kalah enaknya. Mangga dan pepaya lokal juga tak kalah segar dan nikmat. Tapi yang membuatku sedih, pangsa pasar durian juga dikuasai Thailand. Padahal, buah montong andalan mereka berasal dari Indonesia. Indonesia juga bersaing dengan Malaysia menduduki urutan berikutnya untuk durian.

Untuk durian rasanya aku tak rela Indonesia tak menduduki posisi teratas. Pasalnya Indonesia begitu kaya akan varian durian dan rata-rata nikmat. Durian yang beken ada durian monthong yang ternyata bibitnya berupa durian sukun asal Karang Anyar,  durian petruk, durian Medan, dan beragam durian lain yang tak kalah sedap. Ada juga durian lokal yang mulai langka. Total ada sekitar 55 varian dari buah yang disebut raja buah ini. Durian-durian yang mulai langka kebanyakan tumbuh di Kalimantan seperti Lai, durian kura-kura, dan durian merah.

Ya, ada banyak sebab Indonesia masih kalah dari Thailand sebagai negara pengekspor buah. Saat ini buah yang cukup banyak diekspor Indonesia adalah buah manggis, sirsak, mangga, nanas, durian, dan jambu. Kalahnya jumlah produksi ini di antaranya dikarenakan infrastruktur, jumlah lahan, dan dukungan pemerintah.

Wisata memetik apel juga menyenangkan

Di Thailand pemerintah menggenjot produksi buah-buahan dengan memberikan dukungan penuh ke petani buah. Mereka mendorong petani untuk menghasilkan buah yang berkualitas dengan kompetisi dan membantu dalam hal urusan ekspor. Untuk urusan benih, pupuk, petani tak perlu pusing.

Sedangkan di Indonesia, petani buah rata-rata menggarap sendiri lahannya. Belum banyak daerah yang bisa disebut sentral buah, kecuali milik swasta seperti Sunpride. Alhasil kualitas buahnya tidak seragam dan standar, meskipun saat ini juga ada kerja sama antara petani dan universitas serta lembaga riset pertanian.

Urusan benih dan pupuk masih sering dikeluhkan oleh petani. SDM petani buah juga mulai merosot seiring dengan alih lahan pertanian menjadi perumahan atau daerah industri. Dan yang termasuk krusial adalah infrastruktur. Apabila lokasi industri dan pengemasan waktu tempuhnya lama maka akan memengaruhi biaya dan kualitas buahnya.

Untuk itulah pengetahuan tentang manajemen logistik (supply chain management) itu penting. Manajemen logistik termasuk plasma sentra buah, lokasi gudang, manajemen truk dengan sistem tracking, cara menjaga buah misal dengan truk dengan suhu khusus dan wrapping khusus agat kualitas buah terjaga, dan metode promosi dan memasarkannya. Cara yang dilakukan seperti SayurBox dengan menjual buah dan sayuran melalui aplikasi mobile bisa ditiru.

Apabila pemerintah daerah dan pemerintah pusat memetakan keterbatasan dan kemudian memberikan solusi dengan memberikan fasilitasi kepada petani buah dengan melibatkan lembaga riset maka tak muskil bila lima tahun ke depan Indonesia bisa menjadi raja buah mengalahkan negara-negara tetangganya. Apalagi pangsa buah tropis semakin digemari.

Kalian setuju kan jika Indonesia layak sebagai raja buah di tingkat Asia Tenggara?

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 27, 2019.

4 Tanggapan to “Mengapa Buah Thailand Lebih Terkenal? (Lanjutan Menuju Indonesia Sebagai Raja Buah)”

  1. Sepakat teh. Banyak lahan kosong sekarang dibuat pwrumahan jadi deh kaya sekarang nih banyak banjir.

  2. Benar sekali. Salah satu penyebab utama lurang majunya perkebunan buah di Indonesia karena minimnya dukungan dari pemerintah.

    Contoh saja daerah asal saya Banjarnegara, disana ada buah andalan salak pondoh tapi begitu oanwn raya harganya turun drastis bahkan kemarin mencapai harha terendah yaitu Rp400.00.

    • Kalau menurut saya dukungan pemerintah hanya salah satu faktor kenapa petani buah-buahan belum mendapat hasil yang optimal. Faktor lainnya bisa berupa infrastruktur, pengetahuan pemasaran (dimana petani buah punya alternatif pemasaran, bisa dilakukan secara online selain dengan jalur tradisional), pengolahan buah tersebut untuk mendapatkan nilai lebih, misal dengan dibuat manisan, sirup, dan kripik buah, serta teknologi dan manajemen suplai. Sebuah perusahaan buah memiliki sistem manajemen suplai yang canggih seperti teknologi yang menjaga buah lebih lama untuk segar, cara pengemasan yang menjaga kualitas buah dan kanal untuk menjual buah ke berbagai daerah hingga ke mancanegara.
      Harga buah yang terlalu rendah tentunya sangat merugikan petani, sehingga menurut saya perlu ditentukan batas harga terendah. Selebihnya bisa diolah dalam bentuk yang seperti saya sebutkan agar petani tidak rugi dan tidak patah semangat untuk bertanam.
      Terima kasih Pak Juman atas sharing-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: