Suka Bermain Gim, Kenapa Tidak Jadi “Game Developer” atau “Game Tester”?

Jemarinya nampak lincah menyusun baris-baris kode di layar monitornya. Sesekali ia menghela nafas ketika ia mengeksekusi kode tersebut dan ternyata tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkannya. Tapi, ia kembali dengan penuh semangat menyelesaikannya. Padahal jam di dinding lab telah menunjukkan pukul sembilan malam.

Sebut saja namanya Troy. Ia kawanku ketika masih di bangku perkuliahan. Ia tergila-gila dengan manga, anime, dan juga gim. Troy juga sangat berbakat menyusun algoritma membuat perangkat lunak.

Aku pernah satu kelompok dengannya. Kami mendapat tugas membuat sebuah aplikasi dengan berbagai komponen yang dipersyaratkan. Ia mengusulkan membuat sebuah gim petualangan. Dengan mata berbinar-binar ia pun menjelaskan konsep permainannya.

Ya, Troy salah satu kawan yang kuingat. Ia suka bermain gim dan bercita-cita sebagai bagian dari Game Developer. Ketika suatu waktu aku berjumpa dengannya lagi ia bercerita harapannya terpenuhi. Ia menjadi bagian dari Game Developer di sebuah Game Multicompany. Ia berperan sebagai Game Engineer. Ia yang didapuk menyusun logika dan algoritmanya. Aku ikut senang mendengar ceritanya.

Dalam sebuah perusahaan pengembang gim terdapat berbagai profesi. Game Architect adalah mereka yang membuat kreasi gim. Mereka menentukan jalan cerita, para karakternya, dan ketentuan bermainnya. Ide tersebut kemudian dituangkan dalam wujud animasi oleh Game Animator. Ketentuan dan pergerakan karaker tersebut disusun dalam baris-baris kode oleh Game Engineer atau juga disebut Game Programmer. Nah, ada juga bagian pengisi musik latarnya yang disebut Game Scoring Engineer. Seru kan bekerja di ranah TI khusus bagian gim?!

Gim dari Masa Ke Masa
Apakah Kamu suka bermain gim? Wah aku dulu sempat menjadi maniak gim. Jaman dulu ada perangkat gim yang disebut Game & Watch atau yang lebih dikenal dengan Gimbot. Kesukaanku bermain Tetris dan Petualangan Batman. Sepupuku yang paling update soal Gimbot ini. Jika ia bosan, ia suka meminjamkannya ke aku dan kakakku.

Apabila orang tua mengajak ke pusat permainan ataupun pusat perbelanjaan, aku dan kakak suka menyelinap ke bagian gim. Kami suka bermain pertarungan atau balapan, tapi aku lupa nama permainannya.

Pamanku kemudian mengenalkanku dengan Atari. Namun, eraku paling gila-gilaan bermain gim ketika Nintendo dan Spica hadir. Aha Ibu sampai lelah memarahi. Sepulang sekolah kami asyik bermain.

Apa saja ya permainan yang saat itu kugemari? Ehem ada banyak. Selain Mario Bros, aku suka memainkan The Legend of Zelda, Penguin Adventure, Circus, Chip & Dale Adventure, Ninja Gaiden, Cobra, GI Joe, dan masih banyak lagi.

Era Nintendo dan Spica berganti menjadi Super Nintendo dan Sega. Gim pertarungan makin banyak seperti Street Fighter dan Mortal Combat. Lalu mulailah era Play Station, Wii dan gim komputer hadir. Gim-gim populer seperti Final Fantasy, Resident Evil, Warcraft, Tomb Raider, dan sebagainya menjadi populer. Gim komputer pun tak mau kalah dan juga merajalela. Gim daring yang multiplayer juga makin marak. Banyak yang menyukai gim. Bisnis ini makin cerah dengan banyaknya alternatif perangkat konsol untuk memainkannya.

Bagaimana dengan gim yang berjalan di smartphone? Wah dengan semakin tingginya penetrasi gawai, makin banyak gim berbasis Android. Sebagian dari Kalian juga pasti pernah memainkannya.

Jika dulu ada kawanku Troy yang gemar bermain dan pandai membuat gim, saat ini aku juga punya teman kantor bernama Taha yang juga maniak. Ia setiap pagi dan sore bermain gim lewat hapenya.

Bersamanya aku suka membahas tren gim dan perkembangan e-sport. Ada banyak gim yang ia ketahui dan pernah ia mainkan. Di antaranya Fortnite, Mobile Legend, PUBG Mobile, Clash of Clans, Minecraft, Pokemon Go, Angry Birds, dan The Battle of Polytopia.

Bermain gim memang menyenangkan. Cukup dengan gawai maka kita bisa bermain sepuasnya. Tapi kendala yang biasa dialami yaitu hape yang cepat panas dan boros baterai. Bikin bete ketika asyik main gim eh baterai tipis dan lupa bawa charger atau power bank.

Ketika kawan memberitahu ada ponsel yang sangat bersahabat bagi penggemar gim, aku diam-diam penasaran. Namanya Zenfone Max M2 ZB633KL, produk terbaru dari ASUS.

Yang bikin ia ‘ramah’ dengan pecinta gim karena spesifikasinya yang juara. Ia punya kapasitas baterai yang besar, 4000mAh, yang bisa tahan dua hari. Layarnya penuh (6,3 inchi), juga memiliki resolusi high definition sehingga gambarnya jelas dan detail.

Oh ya hape ini juga memiliki sistem operasi Android Oreo 8.1, prosesor Qualcomm Snapdragon 632, dan 4GB RAM sehingga kinerjanya maksimal dengan tetap hemat soal daya dan tidak cepat panas.

Selain jago dalam urusan gim, ponsel ini juga prima digunakan sehari-hari karena kamera depan dan belakangnya juga oke.Kamera depannya 8MP dan kamera utamanya beresolusi 13MP dengan aperture f1/8 sehingga memudahkan untuk memotret di tempat yang pencahayaannya kurang.

Oh ya kenapa aku menyinggung gawai ini padahal aku lagi membahas peluang profesi di bidang TI di ranah gim? Pasalnya seperti yang kubilang di atas, bisnis gim makin mengkilap, apalagi dengan maraknya e-sport dan kompetisi gim. Bisnis di dunia gim ini memunculkan peluang-peluang baru. Jika di perangkat lunak ada software tester maka di ranah gim juga ada Game Tester.

Profesi Game Tester seperti namanya memiliki tugas untuk mencobai gim-gim baru. Ia akan mencoba gim tersebut apakah sudah layak rilis, apakah tampilan di web dan layar hape sudah oke dan apakah sudah tidak ada bug.

Nah, ketika produk gim tersebut sudah rilis maka juga ada profesi Game Reviewer. Tugas profesi ini yaitu menilai produk gim tersebut dari segi jalan cerita, kualitas grafis, desain karakter, kualitas skoring, dan tingkat kesulitan permainan. Aku pernah berkenalan dengan seorang Game Reviewer. Dan ia bercerita akan pekerjaannya yang seru. Ia mendapat honor lumayan besar untuk hobinya bermain gim. Dengan ponsel Zenfone Max M2 ZB633KL maka ia bisa melakukan hobi dan profesinya secara mobile dan makin menyenangkan.

Oh ya profesi sebagai Game Tester ataupun Game Reviewer  tidak harus berlatar teknologi informasi. Terbuka bagi siapapun.

Pekerjaan di bidang gim semakin menjanjikan. Gim bukan sekedar permainan, namun juga membuka peluang pekerjaan. Dengan ponsel tangguh terjangkau maka Kamu bisa bermain gim juga mencoba mencari peluang profesi di ranah him.

Sumber Gambar:1 | 2 | 3 | 4

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 31, 2019.

2 Tanggapan to “Suka Bermain Gim, Kenapa Tidak Jadi “Game Developer” atau “Game Tester”?”

  1. Smartphone terbaik untuk gaming
    performa tinggi harga terjangkau
    mantap Zenofne MAX M2 ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: