Cerita-cerita Saat Hari Hujan

Langit menggelap, angin mulai bertiup lebih kencang. Aku menatap butiran-butiran air dari langit yang makin lama menderas. Aku pun menunda keberangkatan, dengan menggunakan jas hujan bakal tetap basah. Aku menunggu hujan mereda.
Aku menyukai hujan. Ketika malam dan dini hari tiba ia membuatku terlelap dengan mudah. Hujan juga membuatku santai di Minggu siang.
Tapi hujan membuatku was-was saat hari kerja, saat jam berangkat dan pulang kerja. Saat itu hujan bagai momok. Di tempat-tempat yang rendah, hujan juga menjadi menakutkan.
Saat hujan aku membaca sebuah buku berjudul “Stories for Rainy Days Vol 2” karya Naela Ari. Aku suka dan jatuh cinta pada covernya, seorang gadis memangku kucingnya. Seperti aku dan Nero.
Aku pun membaca satu-persatu kisahnya. Ceritanya didominasi tentang kisah cinta yang berakhir tak bahagia seperti harapan pembaca. Kisahnya singkat-singkat.
Tak sampai 30 menit aku telah menyelesaikannya. Buku ini ringan, pas dibaca saat di dalam kereta ataupun saat menunggu hujan reda. Dengan segelas cokelat panas dan ditemani kawan berkumis berkaki empat rasanya bakal menyenangkan.
Ceritanya sederhana dan biasa-biasa saja. Yang mengesankan adalah ilustrasinya. Aku menyukainya. Ia cocok dan berbakat jadi ilustrator kawakan.
Langit sudah kembali mendung. Aku baru saja menjemur baju. Sudahlah tak apa-apa ini toh hari Sabtu.

Gambar milik Naela Ali
Terkait
~ oleh dewipuspasari pada Februari 2, 2019.
Ditulis dalam Resensi Buku
Tag: hujan, Naela ari, Stories for rainy days

Sy gak bisa, maunya tulisan Dewi, wkwk…
hahaha
Aseek, sllu ada cerita yg dituturkan. Hujan memang mampu memberi inspirasi. Tp saya pun penasaran, gmn saat panas menyengat, adakah ia jg memberi inspirasi untuk cerita atau cerita2 utk dituturkan? Saya penasaran dan menunggunya, 🙂
Coba Bapak yang bikin hehehe