Mahameru

Band Dewa tak bisa dipungkiri merupakan band yang banyak menghasilkan karya yang melegenda. Banyak lagu lawasnya yang masih enak didengar hingga sekarang. Yang kaya pesan dan enak didengar saat berpetualang sendiri atau beramai-ramai salah satunya “Mahameru”.

Mahameru adalah nama lain dari Semeru. Ia adalah gunung tertinggi di pulau Jawa dan konon disebut-sebut sebagai tahta para dewata karena menurut kepercayaan kuno dewata ada di tempat tertinggi. Ia puncak abadi para dewa.

Lagu ini indah dan agak berbeda dengan lagu-lagu Dewa yang lebih baru yang lebih banyak tentang cinta. Lagu Dewa masa lalu lebih kaya akan tema.

Musiknya indah dan sederhana. Bait awal disebut-sebut dibawakan oleh Erwin, si basis yang kemudian mengundurkan diri dari band asal Surabaya ini. Lengkingan vokal Ari Lasso juara. Ada bridge berupa permainan keyboard dari Dhani yang indah.

Mendengar lagu ini membuatku teringat akan petualanganku di alam. Memang aku belum pernah ke Mahameru, tapi ada banyak kisah ketika aku menapaki Bromo, Kawah Ijen, Papandayan, Sikunir dan sebagainya, juga menyusuri hutan seperti Baluran. Alam tersebut tak hanya memberikan kenangan akan pesona panoramanya tapi juga cerita akan persahabatan yang kubina.

Aku suka lirik dalam lagu ini yang mengingatkan akan pentingnya persahabatan pada saat menjelajah alam liar. Saat-saat berat perjalanan itu biasanya nyali dan persahabatan diuji. Dingin dan lelah, membuat emosi kadang-kadang tak terkontrol. Masa-masa berkesan seperti menikmati cokelat susu pun menjadi cerita yang tertanam di benak.

Selain persahabatan, lagu ini mengingatkan akan pentingnya menjaga alam agar anak cucu tetap bisa menikmati keindahannya. Lagu yang juara.

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan berat beban
Bertahan di dalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…

Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Di dalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Di sana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya

Di dalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta woouw

Mahameru berikan damainya
Di dalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Mahameru berikan damainya
Di dalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa…

Mahameru yang diciptakan Dhani masuk dalam album “Format Masa Depan”. Dalam album pertama ini terdapat sejumlah tembang hits seperti “Takkan Ada Cinta yang Lain” dan “Aku Milikmu”.

Saat itu personel Dewa19  terdiri atas Dhani Manaf, Ari Lasso, Erwin Prasetya, Andra Ramadhan, dan Rere-Ronald di posisi drummer. Album ini di bawah label Aquarius Pustaka Musik dan dirilis tahun 1994.

Gambar milik Aquarius dan Liputan6

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 18, 2019.

4 Tanggapan to “Mahameru”

  1. Lagunya bagus, indah yang membedakan mungkin suasananya, coba deh simak lagu keroncong “Mahameru”

  2. wah baladewa nih, btw saya juga suka dewa, lagunya puitis banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: