Suatu Ketika di Wisma Tuna Ganda Palsigunung

Aku terharu melihat penghuni Wisma Tuna Ganda ini. Di luar keterbatasan mereka, mereka nampak ceria dan tulus menyambutku. Senyum dan genggaman hangat mereka menyentuh perasaanku.

Ketika aku masih sering naik mikrolet aku sering melewati bangunan tersebut. Sebuah bangunan lawas dengan nama Wisma Tuna Ganda. Sudah lama aku ingin menuju ke tempat ini. Tapi baru beberapa waktu lalu aku tergerak ke tempat tersebut.

Saat itu petang hari. Aku menuju ke tempat ini seusai jam kerja. Sambil menunggu petugas aku mengobrol dengan satpam, Pak Supriyadi. Ia bercerita bahwa dana operasional sehari-hari panti ini banyak berasal dari donatur. Sebagian di antaranya adalah warga sekitar wisma. Ada saja yang disampaikan, bukan hanya berupa dana. Kadang-kadang berupa makanan dan barang. Semuanya itu besar artinya bagi warga panti.

Aku kemudian mengobrol dengan staf wisma bernama Rahma. Ia bercerita ia telah tiga tahun bekerja di sini dan merasa betah ikut membantu mengelola panti sosial ini.

Wisma ini bernama lengkap Panti Sosial Wisma Tuna Ganda Palsigunung. Lokasinya berada di kawasan Palsigunung, di jalan Raya Bogor, tak jauh dari Cimanggis Square.

Di ruang tamu terdapat foto-foto para penghuni panti. Mereka memiliki keterbatasan lebih dari satu sehingga disebut Tuna Ganda.Ada yang tunanetra dan mengalami keterbelakangan mental. Ada juga yang sekaligus tidak mampu mendengar dan memiliki fisik yang lemah.

Rata-rata mereka tinggal di sini sejak kecil hingga mereka meninggal. Ada yang usianya masih kanak-kanak, remaja, hingga berusia 50 tahun. Sebagian di antara mereka mampu berjalan, namun ada pula yang aktivitasnya hanya di seputar ranjang.

Pada saat pagi hari mereka berlatih motorik di halaman wisma. Kegiatan memang lebih banyak seputar melatih motorik dan terapi berbicara. Kegiatan lainnnya berupa makan berat dan snack sebanyak lima kali dalam sehari, kemudian melakukan aktivitas berkaitan dengan minat dan kemampuan mereka. Aku melihat ada beberapa gambar buatan mereka.

Saat itu sepi pengunjung. Aku diajak berkeliling menyapa mereka. Apakah aku tidak mengganggu? Aku kuatir mengganggu waktu istirahat mereka. Rahma menjawab, mereka sangat suka mendapat kunjungan. Meskipun juga ada beberapa yang suka ketenangan.

Aku pun berkeliling dan melihat kesibukan mereka. Aku trenyuh melihat ada yang tunanetra sejak kecil dan fisiknya lemah sehingga sehari-hari lebih banyak di tempat tidur. Ada yang asyik menonton teve. Dan kemudian aku mendapat sambutan hangat. Mereka menyalamiku, lalu nampak begitu senang ketika aku menanyakan nama dan kabar mereka.

Melihat kondisi mereka aku jadi merasa begitu salut kepada petugas yang menjaga dan merawat mereka sehari-hari. Mereka pastinya begitu sabar dan memiliki jiwa pengabdian yang besar.

Wisma Tuna Ganda ini sudah ada sejak tahun 1975. Selanjutnya pada tahun 1985 panti sosial ini di bawah Lembaga Rumah Piatu Muslimin. Saat ini jumlah panti sosial ini 27 orang. Apabila Kalian ingin berdonasi bisa langsung datang atau melakukan transfer ke no rekening Bank MandiriĀ  129.000.0127031 atas nama Wisma Tuna Ganda. Berkunjung juga diperbolehkan pada jam-jam tertentu atau menghubungi petugas terlebih dahulu, khususnya jika datang berombongan agar penghuni panti tak terganggu saat beristirahat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 25, 2019.

2 Tanggapan to “Suatu Ketika di Wisma Tuna Ganda Palsigunung”

  1. Simpati dengan kepedulianmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: