Penjara

Penjara itu tak selalu hadir dalam bentuk fisik. Ia juga hadir dalam bentuk kekuatiran dan ketakutan sehingga takut untuk melangkah. Aku saat ini merasa terpenjara di satu sisi dan bebas di sisi yang lain.

Tidak boleh ini tidak boleh itu. Jangan melakukan ini dan jangan melakukan itu. Mungkin kita pernah mengalami hal tersebut. Dari yang awalnya memiliki cita-cita tinggi, kita diminta untuk menurunkan ekspektasi. Alasannya agar lebih realistis.

Ada banyak yang ingin kulakukan. Aku merasa terkekang karena ada beban yang belum selesai kulakukan. Aku tidak bisa kemana-mana hingga beban itu berhasil kusingkirkan.

Beban itu semakin berat. Aku merasa aku harus segera menyelesaikannya dengan segera. Tapi benarkah beban itu adalah penjara rekaanku, atau hanya karena aku was-was dan kuatir tak bisa menyelesaikannya maka kuanggap itu adalah penjaraku?

Penjara itu tercipta oleh bawah sadarku. Kamu mungkin juga memiliki penjara, baik yang diciptakan orang lain untuk mengekangmu maupun yang Kamu ciptakan sendiri untuk mengukungmu.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 29, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: