Kisah Soto Ayam

Waktu masih kecil ada kedai soto di kawasan jalan Kaliurang Malang yang terkenal akan kelezatannya. Kuahnya saja sedap. Potongan daging ayamnya tak banyak, tapi setiap potongannya seolah-olah memberikan kontribusi pada rasanya. Sayangnya aku belum menemukan formula yang pas untuk menyaingi rasa soto ayam tersebut

Soto ayam menjadi menu yang termasuk sering kusantap saat di Malang. Ibuku doyan masak soto ayam. Jika ia membeli ayam, paling sering Beliau olah menjadi soto ayam. Apabika tak habis maka menu soto itu mewarnai hari-hari berikutnya hingga kemudian tersisa hanya kuah dan Ibu pun menambahkan telur ceplok di dalamnya. Kemudian berakhirlah riwayat soto tersebut.

Soto ayam yang kukenal itu tanpa santan. Bahan-bahannya adalah bawang putih, bawang merah, serai dan berbagai bumbu lainnya plus kemiri. Kemiri dan serai inilah yang paling berkontribusi menciptakan rasa soto yang khas.

Aku belajar membuat soto ayam lewat mengamati Ibu memasak. Biasanya Beliau mengulek bumbu hingga halus kecuali serai di cobek. Lalu ia tumis bumbu tersebut. Di tempat lain ia sudah merebus ayam dan membuatnya jadi kaldu ayam. Bumbu halus itu kemudian digabungkan dengan kaldu ayam. Jadilah kuah soto yang sedap

Ayam itu oleh Ibu disuwar-suwir secukupnya. Lalu ia tambahkan kentang goreng, soun, telur rebus, irisan tomat, dan bubuk koya. Ia menambahkan kerupuk udang dan perkedel kentang. Jadilah seporsi soto ayam yang nikmat.

Aku suka soto ayam tapi ada masa-masa aku sangat bosan menyantapnya. Dulu Ibu pernah begitu sering memasaknya sehingga lidahku kemudian hafal akan rasanya. Rasa bosan itu hinggap cukup lama sehingga aku kemudian menghindari masakan ini.

Saat ini apabila aku merindukan soto ayam buatan Ibu maka aku pun membuatnya sendiri. Saat itulah aku paham betapa membuat soto ayam tak mudah. Aku tak hafal bumbunya dan suka mencari contekan. Menyiapkan pernak-perniknya seperti kentang goreng, koya, soun dan lain-lain juga perlu waktu.

Aku berpikir untuk memasak soto ayam untuk menu berbuka puasa. Bahannya bisa kupilih antara ceker atau daging ayam seperti pada umumnya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 9, 2019.

4 Tanggapan to “Kisah Soto Ayam”

  1. potonya itu bikin ngiler.. kayanya enak

  2. Soto ayam adalah salah satu makanan favoritku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: