Zakat, Infak, dan Shodakoh

Artikel hari ini dari 30 Hari Tantangan Menulis bertemakan zakat, infak, dan shodakoh. Wah aku harus baca-baca lagi nih kuatir salah tulis, dan mencari tahu tentang perbedaan amalan ini, terutama infak dan shodakoh. Sekilas keduanya mirip tapi rupanya punya perbedaan penting.

Ketiga istilah ini, zakat, infak, dan shodakoh merupakan amalan yang dilakukan oleh umat muslim. Perbedaan utamanya di antara ketiga amalan tersebut adalah dalam hal hukum, bentuk yang dibagikan, dan penerimanya.

Zakat bersifat wajib. Ada dua jenis utama zakat, yakni zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah wajib diserahkan pada saat bulan Ramadan. Bentuknya adalah makanan pokok seberat 2,5 kilogram atau bisa dirupakan dalam bentuk uang senilai makanan pokok yang kita makan sehari-hari. Apabila biasanya kita mengonsumsi beras Rp 12ribu/kg maka kita membayar zakat sebesar Rp 30ribu. Zakat ini kemudian diberikan kepada delapan golongan. Mereka adalah kaum fakir, miskin, anak yatim, mualaf, amil zakat, orang yang berhutang, budak yang dimerdekakan, musafir, dan fi sabililah (mereka yang berjuang di jalan Allah).

Selain zakat fitrah, juga ada zakat kekayaan yaitu zakat mal. Zakat ini dikeluarkan apabila kekayaan selama setahun telah mencapai nishab yakni sekitar 83 gram emas atau sekitar Rp 50 juta. Yang wajib dikeluarkan adalah sebesar 2,5 persen. Sama dengan zakat fitrah maka zakat ini diberikan kepada delapan golongan.

Infak dan shodakoh ini mirip-mirip. Cakupan shodakoh lebih luas daripada infak. Keduanya memiliki makna sama-sama memberikan sesuatu kepada orang lain yang kiranya memerlukan. Hukum kedua amalan ini juga sunnah, tapi juga bisa menjadi wajib. Pemberiannya juga tak terbatas kepada delapan golongan tersebut.

Dari yang kubaca berdasarkan situs rumahzakat. Rupanya infak meliputi zakat sehingga dalam hal ini hukumnya menjadi wajib. Tapi ia juga bisa berupa donasi dan bantuan untuk bencana alam dan sebagainya. Pemberian infak berupa uang atau materi.

Sedangkan shodakoh atau sedekah maknanya lebih umum. Intinya ia berbuat baik kepada manusia, bisa dengan memberikan selain uang seperti sembako, pakaian dan sebagainya. Ia juga bisa bersifat non materi seperti menolong orang menyeberang, memberikan senyuman, dan sebagainya.

Kulansir dari situs rumahzakat, sedekah juga mencakup infak dan zakat. Sehingga bisa jadi hukumnya sunah atau wajib.

Gambar: pixabay

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 21, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: