Doa Bagi Negeri

Waktu Ramadan disebut sebagai waktu yang baik bagi umat muslim untuk berdoa. Pada bulan suci ini doa dan harapan akan lebih didengar dan dikabulkan daripada hari-hari biasa. Apa harapanmu pada bulan Ramadan kali ini?

Biasanya aku berdoa untuk diriku sendiri dan orang-orang di sekelilingku. Tapi ketika melihat kondisi negeriku saat ini. Rasanya aku patut berdoa bagi negeri ini. Bukan hanya patut tapi rasanya sesuatu yang perlu kulakukan.

Indonesia mendapat anugerah dari keberagamannya. Tapi dari anugerah itulah Indonesia juga diuji. Ada pihak yang selau ingin memaksakan kehendak ingin segalanya diseragamkan, seperti sosok hantu dalam sebuah serial film X-Files, sosol hantu seperti troll yang bakal mengancam orang-orang yang berbeda pandangan dengan dirinya.

Ya, masalah pandangan ini saat ini mulai mendapat respon dari mereka yang dulunya hanya diam. Tapi ujian Indonesia bukan hanya dari soal keberagaman dan ideologi yang berupaya digoyang.

Ada satu masalah lagi yang menggelisahkanku. Tentang alam. Tentang hewan-hewan dan juga tentang tanaman lokal.

Mungkin karena seumur hidup aku selalu bersama hewan maka aku punya simpati kepada mereka. Setiap kali melihat ada hewan laut yang mati sia-sia karena tumpahan minyak atau karena sampah, aku merasa dadaku sesak. Alangkah malang nasib mereka.

Aku juga sedih apabila membaca berita tentang hewan-hewan liar yang ditangkap kemudian diselundupkan dengan menaruhnya di tempat-tempat tak layak yang menyiksa hewan itu perlahan-lahan. Sungguh perilaku yang tak bisa dibenarkan. Ada berbagai cerita tentang hewan yang diusir dari habitatnya. Hewan yang dibunuhi karena perluasan lahan, hewan yang mati karena tak punya tempat untuk berburu karena lahannya sudah dikuasai manusia dan sebagainya. Entah berapa banyak orang utan yang tewas karena keserakahan sekumpulan orang.

Entah kenapa aku merasa pedih ketika melihat begitu banyak sawit di Sumatera, Kalimantan, dan kini mulai merambah ke Papua. Benarkah Indonesia tak bisa bertahan tanpa kelapa sawit dan benarkah perlu segitu banyak hutan diubah hanya untuk perkebunan kelapa sawit?

Ada banyak hal yang masih tak benar di negeri ini. Semoga Indonesia tetap satu dan tidak ada lagi kisah kebakaran hutan hanya untuk membuka lahan sawit atau hewan-hewan laut yang tersiksa karena sampah.

 

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 3, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: