Gemasnya Nonton Rilakkuma and Kaoru

Sejak melihat poster serial film kartun berjudul “Rilakkuma and Kaoru” aku langsung penasaran. Burung berwarna kuningnya mungil dan menggemaskan. Juga ada dua penampakan dua boneka beruang yang nampak pemalas. Aku pun kemudian mencoba menontonnya dan langsung jatuh cinta. Aku pun keterusan hingga menonton empat episodenya. Satu kata usai menyaksikannya, menggemaskan.

Aduh siapa sih yang tak suka dengan boneka beruang. Aku sampai saat ini juga masih suka boneka. Ada beberapa boneka hewan di rumah, seperti beruang, gajah, harimau, dan rusa. Melihat boneka-boneka itu bikin gemas.

“Rilakkuma and Kaoru” ini juga tontonan yang menggemaskan. Alkisah ada seorang gadis muda usia 20 tahunan bernama Kaoru. Suatu ketika di depan apartemennnya ada dua boneka beruang. Tiba-tiba ada keajaiban, boneka beruang itu bergerak. Ia memang tak bisa berbicara bahasa manusia, tapi ia bertingkah laku seperti manusia. Keduanya bernama Rilakkuma dan Korilakkumma. Yang satu cokelat besar, lainnya berwarna putih dan lebih kecil.

Boneka beruang hidup itu pun mewarnai kehidupan Kaoru. Ruangan apartemennya yang sempit jadi rame. Penghuninya jadi berempat. Rilakkuma suka tidur dan makan. Korilakkuma suka ikut kelakuan Rilakkuma. Sedangkan satu lagi adalah hewan peliharaan Kaoru, burung kecil yang rajin bekerja. Ia bernama Kiirotori.

Pada episode pertama diceritakan sosok Kaoru yang nampaknya melakukan pekerjaan yang membosankan di kantornya. Ia kemudian mendapat pesan dari kawan-kawannya untuk menikmati keindahan pohon sakura yang sedang mekar. Mereka kawan-kawannya saat berkuliah. Kaoru pun bersemangat.

Ia pun kemudian menyiapkan makanan. Rilakkuma dkk tergoda akan masakan yang dibuat oleh Kaoru. Sayang Kaoru menampiknya dan hanya menyediakan pancake instan untuk mereka.

Kasihan Kaoru. Kawan-kawannya dengan seenaknya mangkir dari rencana. Tak ada satupun yang datang. Kaoru pun pulang. Ia kemudian bersama-sama Rilakkuma dkk menikmati bekal tersebut di malam hari di bawah sakura.

Episode berikutnya menggambarkan Rilakkuma yang makin pemalas. Kerjanya tidur dan makan. Sedangkan Kiirotori selalu rajin membersihkan sangkarnya. Kaoru digambarkan semakin jenuh dengan pekerjaannya tapi ia kesal ketika ibunya memintanya kembali ke rumahnya dan pekerjaannya saat ini tidak penting. Kaoru berupaya mencari motivasi dan mencoba melakukan perubahan dengan membeli payung baru.

Oh ya satu kali Rilakkuma pernah diculik. Kasihan dia. Ia dimasukkan ke gudang dengan tangan diikat. Rupanya penculiknya anak laki-laki yang tinggal satu apartemen dengan mereka. Namanya Tokio. Ia bosan dan tak punya teman. Ibunya selalu pulang malam dan ia ingin punya kawan.

Ada banyak lagi cerita tentang mereka. Tentang rumah mereka yang ditumbuhi jamur aneh, hingga Kaoru yang sedih karena teman-temannya menganggap ia sosok yang membosankan.

Jika menilik tema cerita ada dua yang disodorkan, anak-anak akan gampang suka dengan penampakan Rilakkuma dkk yang menggemaskan. Tapi ceritanya sebenarnya lebih cocok dinikmati oleh kaum dewasa karena tema-temanya seputar rasa kesepian, pekerjaan yang monoton, dan mencari pasangan hidup.

Di sini digambarkan masyarakatnya terbiasa dengan hal-hal yang magical, seperti dalam Ted atau Paddington atau juga Doraemon. Tak ada yang terheran-heran melihat boneka hidup seperti Rilakkuma. Bahkan mereka juga sempat bekerja seperti yang dilakukan si Ted.

Animasi ini dibuat dengan cara stop motion, Jadi bentuknya adalah boneka yang digerak-gerakkan sehingga menjadi rangkaian gambar bergerak seperti film kartun. Animasi ini dibuat oleh Dwarf Studio dan San-X. Film ini tayang di Netflix sejak 19 April lalu dengan 13 episodenya.  Tonton deh, pasti Kalian suka hehehe.

Gambar: IMDb/Netflix

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 7, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: