Dengar “Stand By Me” versi Florence + The Machine Jadi Sedih

Ketika lagu “Stand By Me” hadir sebagai tembang soundtrack “Final Fantasy” aku merasa biasa-biasa saja. Lagu yang dibuat dan dipopulerkan oleh The Pretender ini memang sering di-cover dan menjadi tembang dalam film-film bertema persahabatan. Lagu ini juga hadir dalam film “Power Rangers The Movie” dibawakan Bootstrap. Ya, lagu ini awalnya kesannya biasa, dengan sosok empat jagoan seperti boyband dalam film “Final Fantasy XV”. Cocoklah mereka berempat dulu mentor dan pengawal, kemudian sama-sama menjadi sahabat. Tapi setelah menonton keseluruhan petualangan mereka dalam gim, aku jadi terharu setiap mendengar lagu ini.

Walah, mataku malah berkaca-kaca dan kemudian menangis ketika mengetik sambil mendengarkan lagu ini. Aku makin tambah usia memang jadi lebih mudah tersentuh. Tembang cover Florence + The Machine ini memiliki nuansa yang berbeda ketika aku sekedar menyaksikan film layar lebarnya, “Final Fantasy: Kingsglave” dan ketika aku menyelesaikan semua film serial dan kisahnya yang ada di gim.

Final Fantasy yang ini memang begitu tragis. Satu-persatu meninggal, dari Raja Regis, para tetua, kemudian para pengawal raja. Lunafreya, tunangan Pangeran Noctis juga akhirnya mengorbankan diri. Para sahabat dan pelindung Noctis juga mengalami tragedi, sebelum kemudian mereka berkumpul 10 tahun kemudian. Mereka juga akhirnya melindungi Noctis hingga nyawa penghabisan. Sang pangeran juga akhirnya berkorban demi negerinya. Memang akhirnya Lunafreya dan Noctis kembali bersatu, tapi bukan di dunia. Entahlah siapa yang kemudian menjadi pemimpin Kerajaan Lucis berikutnya.

Di awal lagu terdengar intro seperti musik harpa yang menenangkan, disusul vokal penyanyi yang unik. Ketika mendengarkan lagu ini aku membayangkan Noctis dan kawan-kawan yang bermobil dan mengalami petualangan sebelum kemudian bertemu para monster. Sementara Luna bersembunyi setelah kerajaan hancur dan tak ada yang bisa melindunginya.

Lagu ini makin emosional setelah jeda sejenak dengan instrumentalia. Di sini aku membayangkan Lunafreya yang telah meninggal. Kawan-kawan Noctis tahu sebentar lagi mereka akan menjalankan misi bunuh diri, lalu berkumpul dan menikmati sisa hari itu bersama kawan-kawan yang disayanginya.

Sebuah tembang yang mengharukan untuk film yang tragis sekaligus indah.

Gambar: id.techinasia; IMDb, tealcheese

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 16, 2019.

2 Tanggapan to “Dengar “Stand By Me” versi Florence + The Machine Jadi Sedih”

  1. Video unavailable…knp ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: