Memintal Impian

Tugasku belum selesai. Masih separuh jalan. Saat dini hari tadi aku termangu apakah aku mending berhenti saja. Menyerah. Aku lelah, fisik dan mental. Tapi saat bunyi ayam berkokok membangunkanku, aku tahu masih ada harapan. Aku masih kuat untuk memintal impian.

Harapan besarku untuk tahun ini telah padam. Aku telah mengerahkan energiku untuk itu dan kemudian kandas. Tak masalah, aku masih bisa tersenyum. Meski senyumanku getir dan tak seperti biasanya. Tak apa-apa aku dapat pengalaman berharga.

Kini masih ada tugas menghadang untuk segera kuselesaikan. Tugas-tugas yang membuatku tidak tenang selama beberapa bulan belakangan. Aku terlalu banyak memikirkan dan merencanakannya. Seharusnya aku langsung mengerjakannya tanpa takut itu salah karena masih bisa diperbaiki dan diberi saran.

Masih ada waktu. Hanya beberapa jam mendatang. Waktu itu sangat berharga dan aku mulai kelelahan, kehabisan tenaga dan lelah mental. Mungkin sebagai hadiahnya, aku nanti bisa menyendiri dan memberikan me time buat diriku sendiri, agar aku bisa kembali mengumpulkan energi untuk memintal impian berikutnya.

Gambar: pexels

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 17, 2019.

3 Tanggapan to “Memintal Impian”

  1. Saya mengalami dan merasakan pengalaman yang hampir sama seperti yang Mbak gambarkan dalam tulisan ini, hampir setiap pagi ketika bangun tidur. Saya tahu bahwa ini sebenarnya sangat berpotensi untuk menjadi ‘masalah besar’ kalau saya tidak duduk diam dan mulai menyelesaikan. Tapi, kadang ketidakpedulian dan juga keinginan saya untuk berjalan terus, lebih besar dibandingkan dengan keinginan saya untuk diam dan hening.

    Terima kasih karena sudah membagikan hal menarik seperti ini, Mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: