Mahasiswa dan Demo

Saat perjalanan ke tempat kerja ada pemandangan yang berbeda. Di jalan akses UI jalanan lumayan padat, tak seperti biasanya, karena aku berangkat sudah kesiangan. Rupanya ada bus-bus yang sedang parkir. Mereka hendak memberangkatkan mahasiswa mahasiswi yang akan berangkat demo ke gedung MPR/DPR.

Di sebuah fakultas di Universitas Indonesia suasana berbeda, biasanya jam-jam segini mahasiswa ramai berseliweran atau di kelas-kelas. Tapi hari ini agak lengang. Di aula nampak mahasiswa-mahasiswa yang bersiap melakukan aksi. Tapi tak semuanya. Masih ada yang mengikuti kelas dan baru menyusul siang harinya.

Siang hari sekitar pukul 14.00 ada lagi iring-iringan bus yang mengangkut pendemonstran. Bus-bus metro mini itu sarat dengan mahasiswa, bahkan ada pula yang naik di atas atap bus. Wah sepertinya perjalanan mereka bakal dihentikan oleh petugas di gerbang UI karena duduk di atas atap bus tentunya berbahaya. Duduk atau berdiri di dalam bus tentunya lebih aman. Tapi entahlah aku hanya melihat mereka saat lewat di tempat aku bekerja.

Mereka nampak antusias dan penuh semangat. Dengan jas berwarna kuning mereka membawa spanduk-spanduk yang isinya di antaranya kocak dan menggelitik.

Melihat mereka beraksi aku jadi terharu. Sebelumnya aku jarang melihat mahasiswa mahasiswi UI bergerak serentak seluruh jurusan, seluruh angkatan. Jika aku seusia mereka sepertinya aku juga bakal ikut melakukan demonstrasi.

Memang rancangan KUHP kali ini memang begitu menggelisahkan karena isinya banyak yang janggal. Beberapa pasal juga terkesan diskriminatif bagi kaum wanita, seakan-akan berniat mengekang dan mencampuri urusan pribadi kaum wanita, seperti pasal aborsi yang bisa membuat korban pemerkosaan bisa semakin trauma, kemudian tentang perempuan yang pulang malam bakal didenda Rp 1 juta.

Yang terakhir ini tentunya bakal menyusahkan para perempuan yang bekerja. Di Jakarta, rata-rata pulang kerja adalah pukul 17.00-18.00 dan jika lembur bisa sampai pukul 21.00. Dengan padatnya lalu lintas maka perjalanan ke rumah bisa mencapai dua jam atau lebih.

Nah, kata ‘malam’ ini bisa dimaknai berbeda. Saat matahari tenggelam juga bisa dimaknakan malam hari sehingga bakal banyak perempuan yang akan disanksi jika pasal ini lolos. Selain itu, ada banyak perempuan yang bekerja di shift malam hari. Para perawat, dokter, operator, customer service juga banyak yang bekerja di shift malam, apakah mereka juga bakal dipidana?

Aturan yang aneh dan janggal, sangat tidak cocok di Indonesia. Pembuatnya tinggal di mana ya dan apa sebenarnya kepentingannya?

Namun meski aku setuju demo yang dilakukan mahasiswa kemarin, aku tak setuju apabila mereka berbuat rusuh. Termasuk demo rusuh yang dilakukan pelajar hari ini. Apa mereka tersusupi orang-orang yang hanya berniat rusuh? Buat apa demo jika merusak fasilitas umum. Ya, peserta demo harus berhati-hati agar jangan terprovokasi oleh penyusup yang hanya berniat membuat kondisi rusuh.

Gambar atas: suara, gambar bawah: rotua

 

 

~ oleh dewipuspasari pada September 25, 2019.

2 Tanggapan to “Mahasiswa dan Demo”

  1. Jadi gimana ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: