Sate Ayam dan Hujan Petang

Hujan mulai mengguyur. Hawa pun menjadi sejuk. Untunglah, langit yang mendung tak memberi janji palsu. Hari hujan dan hawa sejuk membuat perut berkeruyuk.

Saaaaateeeee. Tukang sate pun berkeliling. Tak peduli hujan atau gerimis. Demi sesuap nasi.

Aku belum memasak malam ini. Mendengar tukang sate aku pun mendapat solusi. Kubeli sate dua lusin.

Harga sate ayam memang mulai naik. Limabelas ribu sepuluh biji. Tak apa-apalah seminggu sekali jajan pedagang keliling. Kami kenyang dan tukang sate dapat rejeki.

Saaaateeee ia pun menjajakan lagi. Semoga malam ini dan seterusnya tetap laris pembeli.

~ oleh dewipuspasari pada November 3, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: