Pedagang Ikan

Awalnya ia hanya menjual ikan dan ayam. Aku berinteraksi dengannya ketika memerlukan belanja ikan. Biasanya ia membawa ikan laut dan ikan air tawar seperti ikan bandeng, tongkol, ikan ekor kuning, kembung, mujair, selar, bawal, dan ikan layang. Kemudian usahanya membaik, ia pun kemudian juga menjual tempe tahu dan sayuran.

Ia menggunakan sepeda motor untuk berjualan. Sepeda motornya penuh dengan barang dagangannya.

Biasanya ia menawarkan untuk membersihkan dan memotong-motong ikan. Karena aku cukup sering membelinya maka ia tahu akan jenis-jenis ikan favoritku. Ia suka membawakanku ikan kembung, layang, selar, dan tongkol. Juga udang dan bakso sapi.

Aku jarang menawarnya. Aku tahu untungnya tidak banyak dan ia memerlukan setiap lembar seribuan.

Meskipun ia tidak berpendidikan tinggi ia berharap anak-anaknya memiliki nasib jauh lebih baik dari dirinya. Untunglah anaknya rajin belajar dan diterima masuk sekolah menengah kedinasan. Aku turut senang mendengarnya.

Jika motornya mendekat ke arah gang rumahku. Dan kemudian terdengar teriakannya yang khas kucing-kucing di rumahku kontan menghambur menyambutnya. Mereka berebut isi perut ikan segar.

Nero setelah tuntas berebut maka akan mengikutiku ke dapur. Ia membujukku untuk memasak ikan untuknya. Aku biasanya terbujuk dan memasaknya untuk Nero juga si Mungil.

Berawal dari ikan dan ayam ia kemudian melebarkan sayapnya menjual aneka rupa sayur dan berbagai jenis bahan makanan lainnya. Ia tak punya hari libur. Setiap hari adalah waktu berharga baginya untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya.

Berawal dari berjualan ikan dan ayam, ia bermimpi besar. Yang penting anaknya mampu melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan setinggi-tingginya dan bisa bekerja lebih baik dari dirinya. Yang kedua usahanya makin besar dan ia nantinya bisa pensiun dengan nyaman.

Aku mengamati isi kulkas di dapur. Sebuah wadah masih penuh dengan ikan tongkol dan kembung yang kubeli hari Senin. Si Mungil mencoba membujukku untuk merebuskan ikan buatnya. Sebuah kepala ikan kembung rebus buat si Mungil untuk menutup hari ini. Apakah Kamu menyukainya Mungil?

~ oleh dewipuspasari pada Desember 18, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: