Dua Kucing Kejar-kejaran

Mataku ingin terpejam tapi gangguan itu pun menyeruak. Membuatku kembali terjaga dan kemudian mengetik cerita singkat. Si Mungil dan anaknya penyebabnya. Mereka kompak mengangguku saat hendak berenang di alam bawah sadar.

Nakalnya bocah-bocah. Tak tahu terima kasih sudah diberi makan dan kasih sayang. Ketika tuannya hendak tidur malah membuat kejutan. Mereka asyik kejar-kejaran di kamar, lalu bergulat. Aku makin terganggu ketika mereka bermain lemari pakaian, tamu-tamuan. Duh apa-apaan sih kucing induk dan anak.

Akhirnya aku pun terbangun. Kuusir mereka tapi mereka malah mengira aku bermain mengajak mereka. Duh pergi sana induk dan anak. Aku ingin rehat. Beberapa hari aku begadang menyelesaikan tugas. Biarkan aku istirahat.

Kakiku dibuat mainan. Mereka lagi-lagi kejar-kejaran dan bergulat. Ukuran tak sepadan. Seperti kurcaci dan raksasa. Si anak usia sebulan pun kewalahan.

Aku menyeruput sisa kopi dalam wadah. Sudah tak hangat. Aku menyeruputnya tapi kantuk tak berhasil ku tahan.

Aku mengantuk dan kedua kucing masih aktif berjaga. Aku menguap dan meminta mereka bermain di ruang lainnya. Besok aku ada kegiatan. Pergilah bermain atau mengusir tikus kecoa.

Zzzz…

~ oleh dewipuspasari pada Januari 10, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: