Baca Gratis Lewat Commuter Reading Spot

Para anker alias anak kereta kini mulai dimanjakan dengan fasilitas layanan peminjaman buku. Namanya ‘Commuter Reading Spot’. Seperti apa sih bentuk layanan ini?

Kini semakin jarang kita jumpai mereka yang menunggu datangnya kereta atau yang sedang duduk dalam kereta asyik membaca buku. Kebanyakan para penumpang sibuk dengan telepon genggamnya. Hehehe termasuk aku. Tapi lebih seringnya aku sedang membuat draft tulisan.

Dulu aku termasuk yang suka membaca buku termasuk di dalam kereta. Tentunya ketika kereta longgar dan aku bisa duduk. Soalnya jam sibuk sangat tipis kemungkinan aku mendapatkan tempat duduk. Jika padat banget, untuk menjaga keseimbangan saja susah, apalagi mainan hape atau baca buku.

Meski kini semakin jarang terlihat yang ke sana ke sini membaca buku, tapi aku yakin makhluk penggemar buku itu masih banyak. Aku juga senang pihak kereta api membuat terobosan layanan ini, meskipun animonya nampaknya belum tinggi. Mungkin perlu promosi dan sosialisasi lagi.

Kenapa sih pakai nama bahasa Inggris? Atau pakai saja nama dua versi, taman bacaan dan ‘commuter reading spot, misalnya. Oh iya sebaiknya diberikan tambahan petunjuk misalkan ada gambar anak-anak atau kaum muda asyik membaca buku. Karena ketika kali pertama melihatnya aku tak mengira itu adalah tempat rak buku.

Direncanakan ada 11 stasiun commuter line yang akan memiliki fasilitas peminjaman buku ini. Saat ini baru ada dua yang menjadi percontohan, di Stasiun Universitas Indonesia di Depok dan Stasiun Juanda di Jakarta Pusat.

Yang di stasiun UI ada dua rak, satu rak untuk satu lajur. Ketika kuintip koleksi bukunya belum banyak. Ada buku fiksi dan nonfiksi. Yang fiksi rata-rata novel dewasa. Ada novel Sandra Brown berjudul “Long Time Coming” lalu ada “Dear Dumb Diary”, dan “Cause Celeb. Yang nonfiksi ada buku agama Islam dan tentang “The Complete Color Harmony”. Eh ada juga buku agenda kosong. Buat apa ya? Apa buat daftar peminjam?

Oh ya mekanismenya mudah. Kalian bisa langsung mengambil bukunya untuk dibaca di tempat atau di dalam kereta. Selanjutnya Kalian kembalikan buku tersebut di 11 stasiun yang memiliki jasa layanan tersebut.

Jangan dijadikan buku tersebut hak milik ya. Apalagi sampai dijual. Kalian juga bisa donasi buku lho. Ada boksnya untuk menaruh buku donasi tersebut.

Yuk kembali biasakan untuk membaca buku. Oleh karena buku itu akan mengantarmu ke banyak hal. Membuatmu bermimpi dan terpacu mencapainya juga menambah pengetahuanmu.

~ oleh dewipuspasari pada Januari 23, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: