Pagi yang Riuh

Seringkali aku berharap pagiku tenang. Setidaknya rumah rapi pagi hari sehingga meringankan pekerjaan rutinitasku sebelum berangkat kerja. Tapi sayangnya kemewahan itu jarang tiba.

Pagiku riuh. Bangun-bangun disambut dengan rumah berantakan. Kucing-kucing di belakang sudah berontak ingin bermain di luar. Kucing di luar ingin masuk berharap dapat segera sarapan. Pagiku sungguh riuh.

Pagi yang riuh perlu disikapi dengan senyum. Pasalnya marah-marah tak akan memberikan solusi.

Satu-persatu keriuhan coba kutanggapi. Kucing-kucing harus puas dengan makanan kemasan. Persediaan ikanku habis..

Rumah perlahan-lahan kurapikan. Baju dan piring gelas kotor pun kutaruh di tempatnya. Jika ada waktu baju akan kucuci atau harus menunggu setelah aku pulang kerja.

Kini yang penting aku harus ke dokter di klinik. Si Kidut junior anak si Mungil kurang sehat. Aku kasihan melihatnya

Pagiku riuh. Mereka memberiku sambutan dengan cara yang membuatku sibuk.

Ayo semangat!

Gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Februari 3, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: