(Masih) Tentang Keberagaman

Seorang pemuda dengan kopiah memperkenalkan dirinya dari komunitas Ahmadiyah. Aku memerhatikannya. Ia tak ubahnya seperti pemuda muslim lainnya dari segi penampilan. Tapi kata Ahmadiyah itu memang memiliki sesuatu yang mencolok di Indonesia.

Aku tak tahu sejak kapan identitas agama menjadi sebuah hal yang begitu dipandang berarti di negeri ini. Bukan moral dan tingkah laku yang lebih menjadi ukuran, tapi agama yang dianutnya. Penganut Ahmadiyah mengalami perundungan sejak beberapa tahun terakhir. Mereka diusir di beberapa tempat di negeri ini. Sehingga tak heran jika mereka memilih berkompromi dan mengeksklusifkan diri.

Kemarin kamu melakukan nobar tentang keberagaman di tempat yang merupakan milik komunitas Ahmadiyah. Tempatnya bersih dan rapi. Di sebelahnya terdapat masjid milik komunitas Ahmadiyah. Sepintas dari luar masjid itu tak berbeda dengan masjid umat Islam pada umumnya.

Seorang mahasiswa Ahmadiyah kemudian mengajukan pertanyaan. Ia bertanya tentang perdamaian yang ditekan untuk mengakhiri konflik Ambon. Sebuah konflik agama yang mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia. Korbannya mencapai ribuan.

Perundungan terhadap Ahmadiyah, juga kepada kaum Syiah menurutku sesuatu yang tak sepantasnya dilakukan. Mereka juga percaya kepada Tuhan YME. Mereka juga berbudi pekerti. Perundungan ini sama buruknya dengan diskriminasi yang dialami kaum penganut kepercayaan kepada Tuhan YME. Mereka percaya kepada Tuhan dengan caranya masing-masing. Kenapa harus ditekan dan dicela? Mereka juga berbudi pekerti dan tidak mengganggu.

Negeri ini negeri yang berbhineka. Ada penganut kepercayaan atau Penghayat, Kristen Ortodoks, Yahudi, Bahai, Syiah, Ahmadiyah, Budha Nichiren Soshu, Wektu Telu dan sebagainya. Keberagamaan itu adalah suatu hal yang lahir dengan sendirinya, tak bisa dipaksakan menjadi sesuatu yang homogen. Daripada sibuk mengurusi agama pihak lain maka sebaiknya memperbaiki akhlak dan budi pekerti diri sendiri. Sudahkah mereka yang menganggap dirinya paling benar telah memberikan kontribusi ke sekeliling dan berbuat baik ke sesama dan juga ke alam semesta?

Negeri ini negara yang berbhineka. Mari kita akui dengan sadar keberagaman tersebut dan mensyukurinya.

Gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Februari 22, 2020.

5 Tanggapan to “(Masih) Tentang Keberagaman”

  1. Sometime, there are people who just don’t accept them.

  2. Indonesia..multi culture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: