Melelahkan Tapi Menyenangkan

Selain membaca dan menulis, rupanya ada bidang lain yang kusukai. Yaitu mengedit tulisan menjadi bagian dari konten web atau majalah. Dulu aku pernah menjalani profesi ini sekitar empat tahunan, bersamaan dengan pekerjaan sebagai humas.

Meski lulusan teknik informatika aku pernah bekerja di luar latar belakangku. Entahlah, mungkin aku jenuh. Dulu setelah lulus aku menggeluti bidang media sebagai pencari berita. Setelah itu aku merasa begitu kelelahan dan berpikir untuk kembali ke bidang ilmuku.

Hanya sekitar empat bulanan aku di bagian jaringan, lalu aku dipindahkan ke bagian urusan website korporat. Bagianku mengelola portal perusahaan yang juga memuat web dari kantor-kantor cabang. Tugasku lebih ke konten dan pemeliharaan sistem. Berita-berita yang akan masuk ke web perusahaan akan masuk ke mejaku dulu baru ke atasan. Setelah atasan oke baru bisa diunggah ke website. Hehehe agak belibet ya. Tapi memang prosedurnya seperti itu karena website korporasi menyangkut citra perusahaan.

Akhirnya aku jadi terbiasa mengedit konten. Tugasku kemudian bertambah dengan mengurus majalah internal. Waktu itu aku menjadi pencari berita tapi lebih sering sebagai editor dan penata urutan majalah. Nah setiap tiga bulan sekali aku membuat rancangan urutan majalah berdasarkan kategori. Berita utama kira-kira diisi apa, liputan khas edisi tersebut itu seperti apa, lalu juga ditentukan kantor cabang mana yang akan diulas. Ada beberapa jenis berita yang dirancang tapi banyak pula yang mendadak.

Untuk berita yang sifatnya dadakan ini yang menyita tenaga. Aku berkali-kali mengubah urutan artikel. Untungnya waktu itu aku punya partner kerja yang keren. Namanya Pak Ruddy. Ia jagoan desain. Sayangnya usianya sudah tua, sudah mendekati pensiun. Dari Beliaulah aku belajar dasar-dasar lay out. Rupanya sisi kanan dan kiri halaman itu berbeda. Jadi jika tiba-tiba yang awalnya artikel berada di halaman ganjil lalu dipindah ke halaman genap maka aku harus mengedit ulang agar jumlah kata-katanya pas sesuai lay out.

Ketika Pak Ruddy pensiun, aku yang paling kehilangan. Aku tak lagi punya partner. Urusan lay out pun kupegang karena tak ada yang mau mengerjakannya. Ribet dan harus telaten. Belum lagi kalau masih harus mengedit foto-fotonya. Aku makin jungkir balik mengatur waktu, memelihara web, mengurus majalah, juga melakukan kegiatan protokoler seperti mendampingi direksi, membantu memeriksa bahan-bahan pidato direksi, mendampingi wartawan, dan sebagainya.

Tapi yang paling membuatku pusing adalah telepon pengaduan. Aku tak paham kenapa petugas telepon ini sering kabur. Naasnya posisi telepon itu tak jauh dariku.

Sangat sedikit yang mau mengangkat telepon ini alasannya takut salah jawab. Akhirnya aku melakukan pekerjaan itu. Rasanya aku bekerja untuk tiga karyawan saja. Tapi kemudian aku mendapat hikmahnya. Aku mampu bekerja di bawah tekanan. Bunyi telepon yang berdering terus-menerus itu menyiksa. Aku juga jadi lebih paham urusan produk perusahaan dan cara menangani keluhan. Tapi aku pernah juga salah jawab hahaha. Waduh aku pun dimarah-marahi kedua pihak, atasan dan konsumen. Ya, salah sendiri ketiga anak buahnya suka menghilang.

Masa-masa jadi superwoman rasanya sudah usai. Dulu aku menjalani kuliah S2 malam hari dan paginya mengerjakan banyak hal. Tapi percayalah aku masih bisa sesekali menulis blog meski tidak tiap hari. Aku juga masih suka keluyuran akhir pekan, ikut komunitas A dan B.

Nah beberapa hari ini aku menggunakan ilmu masa laluku itu untuk melakukan sebuah proyek. Proyek membuat sebuah majalah tentang film. Seperti yang pernah kulakukan dengan Cinemania Indonesia. Untuk sementara aku mengerjakan semuanya sendirian, mengedit dan menata lay out-nya. Edisi ke depan aku akan memerlukan bantuan jika tak mau edisi pertama itu jadi terakhir. Oh ya namanya KO-Magz. Aku membuatnya dengan Canva. Lebih mudah daripada menyusunnya dengan Adobe inDesign.

Yang ingin membaca majalah perfilman perdana komunitas KOMiK bisa mengunduhnya di sini: KO-MAgz Vol. I/2020.

 

~ oleh dewipuspasari pada Februari 26, 2020.

2 Tanggapan to “Melelahkan Tapi Menyenangkan”

  1. Anda wanita dan pribadi yg hbat. Sy aja membaca nya hnya bisa berdecak kagum, sibuk skli bgtu ya. Mungkin sy gak akn sanggup klau sy di posisi Anda sekalipun sy pria.

    Sy membayangkan gmn cara Anda manajemen keluarga Anda sendiri dg tgs seabrek itu. Atau mmang msh sendiri? 😂✌

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: