Kisah si Penulis The Lord of The Rings dalam “Tolkien”

Film trilogi “The Lord of The Rings” hingga saat ini masih dipuji-puji keindahannya. Cerita fantasi dengan melibatkan kaum peri dan kurcaci ke peperangan akbar ini memang epik dan tidak bosan untuk disimak. Penulis di balik kesuksesan film tersebut adalah J.R.R. Tolkien. Tahun lalu film yang memotret perjalanan hidupnya tayang dengan judul “Tolkien”.

John Ronald Reuel Tolkien kecil hidup kesusahan. Ibunya membesarkan anak-anaknya seorang diri dengan bantuan Father Francis Morgan. Ketika kesulitan uang, mereka pun pindah ke rumah susun kecil namun kemudian si ibu sakit dan meninggal. Si Ibu suka sekali mendongeng. Ia yang menginspirasi Tolkien untuk menyukai kisah-kisah dongeng.

Tolkien kemudian menemukan induk semang kaya raya yang memberinya tempat tinggal gratis dan membantunya bersekolah. Ia lalu berkenalan dengan Edith Bratt, yang nasibnya sama seperti dirinya.

Di sekolah Tolkien mengalami kesulitan karena tekanan kawan-kawannya. Hingga kemudian kondisinya berbalik, keduanya bersahabat. Lalu keduanya, Tolkien dan Robert, serta dua karibnya yang lain, Christopher dan Geoffrey, pun membentuk semacam perkumpulan, membahas tentang sastra dan kondisi masa kini. Konflik mulai terjadi ketika Tolkien (Nicholas Hoult) ⁶diminta menjauhi Edith (Lily Collins) masuk universitas, kawan-kawannya semua mendaftar ikut perang dunia pertama.

Ceritanya Relatif Datar dan Membosankan
Premisnya menarik, tentang sosok di balik kisah epik “The Lord of The Rings”. Tapi entah kenapa film ini kurang ruhnya. Datar, membosankan, dan mudah dilupakan.

Sutradara, Dome Karukoski, sepertinya memilih bermain aman dengan bercerita secara runtut dari Tolkien kecil hingga dewasa. Ia tak mencoba lebih jauh untuk memilih dan mengeksplorasi masa-masa ketika Tolkien mulai menyusun karya epiknya atau fokus ke masa perang yang membuatnya terinspirasi menyusun kisah empat sahabat pembawa cincin.

Ada banyak film biografi atau semi biografi yang menarik, seperti “Little Woman”, “The Irishman”, “Bohemian Rhapsody”, “Judy” dan masih banyak lagi. “Tolkien” terbilang kurang sukses. Ia ingin menyampaikan banyak hal, siapa Tolkien dari kecil hingga dewasa, tapi malah datar dan kurang berkesan ke penontonnya.

Dari segi akting, Nicholas Hoult berakting biasa saja. Tidak sebagus ketika ia menjadi tokoh oposisi menyebalkan dalam “The Favourite”. Namun, chemistry-nya bersama pemeran Edith, Lily Collins, cukup kental. Justru hubungan empat sahabat ini yang malah agak terkesan formal.

Di luar kekurangannya, film ini terbantu oleh desain kostum, pengambilan gambar yang atmosferik, dan skoring yang pas.

Detail Film:
Judul: Tolkien
Sutradara: Dome Karukoski
Pemeran: Nicholas Hoult, Lily Collins, Derek Jacobi
Genre: Drama biopik
Skor: 6/10
Gambar: IMDb

~ oleh dewipuspasari pada Februari 29, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: