Menyambut Hari Perempuan Internasional, Apa Kabar Perempuan Indonesia?


Melihat situasi di sekitarku dan membaca kabar-kabar yang terpampang di media sosial dan media mainstream, aku merasakan sesuatu yang kurang enak terjadi pada perempuan Indonesia masa kini. Aku merasakan ada sesuatu gerakan yang mencoba untuk melemahkan peran perempuan dan mencoba mengembalikan posisi perempuan seperti jaman dulu. Entahlah, mungkin itu kecemasan semata. Semoga hal tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.
Perempuan di Indonesia menurutku belum sepenuhnya merdeka. Masih banyak perempuan yang berjuang menghadapi belenggu dan stigma. Kasus pernikahan dini masih juga dijumpai. Kasus kekerasan dalam rumah tangga juga masih saja terjadi.

Stigma negatif juga kadang-kadang masih suka disematkan ke seorang janda dan kepada para perempuan yang bekerja pada malam hari. Para asisten rumah tangga atau pekerja rumah tangga juga masih sering mendapat perlakuan yang kurang layak.

Yang menyedihkan pada kasus prostitusi online atau penggebrekan prostitusi yang jadi bulan-bulanan hanya kaum perempuan. Para laki-laki tidak diekspos sama sekali. Seolah-olah pada kasus seperti ini hanya perempuan pelakunya.

Hal ini serupa dengan kasus perkosaan dan pelecehan, wanita sering diposisikan sebagai oknum penggoda. Berita-berita sering tidak adil kepada korban. Banyak yang menyalahkan perempuannya yang jelas-jelas korban, seperti busananya. Mereka mengingkari fakta bahwa banyak pula kasus perkosaan yang korbannya sudah mengenakan busana sangat tertutup. Padahal masalah busana bukanlah unsur utama dalam tindakan kriminal tersebut. Moral laki-lakilah yang sebenarnya jadi tanda tanya, sebegitu rendahkah mereka, hanya menjadi korban nafsu. Apakah mereka tidak bisa menghargai wanita, ibunya, atau saudarinya?

Ada banyak pekerjaan rumah soal isu-isu perempuan di Indonesia. Tentang nasib para janda tua yang berjuang keras menghidupi dirinya, tentang kesehatan ibu dan anak, dan juga tentang aturan-aturan yang mengekang kaum perempuan.

Perempuan Indonesia adalah wanita yang mulia dan terhormat. Mereka memiliki pemikiran masing-masing dan berhak untuk merdeka, menentukan sikapnya. Jangan sampai nasib kaum perempuan kembali terbelakang dan terkekang, seperti yang dialami kaum perempuan di Taliban.

Selamat menyambut hari perempuan internasional yang jatuh 8 Maret mendatang.

Gambar: pexels

~ oleh dewipuspasari pada Maret 6, 2020.

3 Tanggapan to “Menyambut Hari Perempuan Internasional, Apa Kabar Perempuan Indonesia?”

  1. Dan itu akn susah jika sesama perempuannya sendiri msh saling kelahi dan mengkotak2an..mgk itu dulu yg dibenahi…

  2. Perempuan Indonesia harusnya dapat keluar dari dirinya sendiri, agar dapat berdiri di atas kaki sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: