“Pride and Prejudice and Zombies”, Film Horor Romantis Terinspirasi dari Novel Klasik

Sudah lama aku menyaksikan film ini. “Pride and Prejudice and Zombies” merupakan film horor dengan unsur romantis. Film ini merupakan film yang terinspirasi dengan novel klasik berjudul “Pride and Prejudice” karya Jane Austen.

Bagi yang sudah pernah membaca atau menyaksikan adaptasi “Pride and Prejudice” maka Kalian pasti tak asing dengan tokoh-tokohnya. Ada gadis-gadis keluarga Bennet yang cantik-cantik seperti Jane, Elizabeth,Lidya, Mary, dan Kitty. Juga ada tokoh pria seperti Darcy, Charles Bingley, dan George Wicham. Latarnya tetap pedesaan Inggris pada awal abad kesembilan belas Bedanya di antara mereka juga ada gerombolan zombie yang siap menyerang.

Oleh karena mereka terancam dengan zombie maka gadis-gadis tersebut terlatih dan sudah terbiasa dengan berbagai senjata untuk mengatasi mereka. Gadis-gadis tersebut kemudian bertemu dengan para gentlemen tersebut. Benih-benih cinta pun hadir di antara mereka, di tengah situasi yang tidak nyaman. Kekacauan semakin parah. Rupanya ada seseorang yang berniat memanfaatkan zombie tersebut dengan kekuasaan.

Ceritanya sebagian memang masih memertahankan unsur-unsur penting dalam novel Jane Austen, seperti sosok Jane yang suka akan sastra dan Elizabeth yang menarik. Begitu juga dengan kisah cinta mereka, tidak begitu berbeda dengan kisah original “Pride and Prejudice”. Lainnya, seperti kisah zombie dan sebagainya adalah tambahan yang imajinatif. Siapa nyana pada abad ke-19 ada serangan bangsa zombie, dari mana mereka?

Gambaran pedesaan dan situasi yang chaos karena zombie terasa mencekam. Lily James sebagai heroine di sini tampil memukau, ia terlihat feminin sekaligus sosok gadis pemberani yang tangkas. Sebagai Darcy, Sam Riley juga nampak menawan, meski pesonanya masih kalah dengan gadis-gadis Bennet.

Di sini zombienya memang tak semenakutkan film zombie pada umumnya. Meski demikian ide menggabungkan film drama romantis dengan horor patut diapresiasi. Koreografi pertarungan gadis-gadis Bennet dibantu Darcy melawan zombie inilah bagian yang menarik dalam film ini. Sementara untuk alur cerita menurutku masih mudah ditebak dan ada beberapa bagian cerita yang kurang berhasil dieksekusi dengan apik.  Film ini menurutku kurang berhasil menghadirkan kisah mencekam dengan balutan cerita romantis seperti film horor “Sleepy Hollow”.  Aku hanya memberi skor untuk film yang dibesut oleh Burr Steers (“17 Again”) ini 5,5/10. Ceritanya mudah dilupakan.  Sumber gambarnya kuambil di IMDb database.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 15, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: