Tentang Kafka

Sebuah komentar dari The House of Rising Sun menyarankanku untuk mengulas tentang Kafka. Seingatku ada seorang kompasianer yang pernah membahas film tentang Kafka. Tapi entah kapan aku membacanya. Kemudian aku ingat aku pernah membaca salah satu buku yang penulisnya penggemar Franz Kafka. Ia gemar mengunjungi rumah atau tempat lainnya yang berkaitan dengan sang penulis besar. Bukunya berjudul “Menyusuri Lorong-lorong Dunia”.

Aku pernah membahas buku ini. Tentang keterkaitan bangsa Maya dan bangsa Indonesia lewat bangunan candinya yang mirip. Juga ada keterkaitan lainnya antara bangsa Maya dan bangsa Asia.

Tentang Kafka,si pengarang, Sigit Sutanto mencantumkannya dalam halaman 97, 105, 110, dan 121. Ia melakukan ziarah ke makam Kafka di Praha, Ceko dan tempat-tempat historis yang pernah disinggahi oleh Kafka. 

Oke aku akan mencoba untuk merangkum bab dalam buku ini. 

Dr. Franz Kafka dikenal sebagai sastrawan yang memiliki aliran ekspresionis awal atau surealis. Salah satu karyanya yang terkenal adalah “Seorang Seniman Lapar” (“Ein Hungerkünstler”), “Metamorfosis”, dan “Trial”, juga “Jendela Menghadap ke Jalan”.

Sastrawan ini lahir pada tahun 1883, tepatnya 3 Juli 1883 di Eckhaus Maislgasse-Karpfengasse. Ia memiliki lima saudara. Dua adik laki-lakinya meninggal muda dan tiga adik perempuannya kemudian dibunuh oleh pasukan Hitler karena mereka berdarah Yahudi. 

Kafka dikenal sangat cerdas. Ia kemudian berkuliah di Universitas Karl. Awalnya ia mengambil Kimia, kemudia berpindah ke jurusan Hukum. Ia juga mengambil kelas Sastra Jerman, Sejarah Seni, dan Filsafat. Ia kemudian banyak membaca karya Hebbel dan Nietzche. Pada tahun 1906 ia meraih gelar doktor ilmu hukum. 

Ia lalu membuka praktik sebagai pengacara, kemudian menjadi pegawai asuransi dan kepala sekretaris. Pada saat menjadi kepala sekretaris ia bisa melakukan perjalanan  berlibur sehingga menambah wawasannya. 

Kafka sebenarnya berasal dari keluarga berkecukupan. Namun ia nampaknya rendah diri. Menurut kritikus sastra Jerman, Marcel Reich-Ranicki, Kafka memiliki banyak ketakutan. Ia takut pada ayahnya, takut akan penghinaan dan ketidakmandirian, takut akan nasib bangsa Yahudi, takut akan kematian. Seperti pernyataannya “Kalau aku menulis, aku merasa terobek, tidak tenang, dan takut”.

Meskipun umumnya seniman lekat dengan wanita. Kafka bukan sastrawan yang luwes berurusan dengan wanita. Dua kali ia batal menikah dan ia kemudian baru menikah setahun sebelum meninggal dengan Dora Diamant yang masih berumur 20 tahun. Kafka yang menderita TBC kemudian meninggal pada umur 41 tahun pada 3 Juni 1924. Ia dimakamkan di pemakaman Yahudi di Praha. 

Lantas seperti apakah karya Kafka? Hemmm terus terang aku belum pernah membacanya. Bukunya paling terkenal berjudul “Metamorfosis” bercerita tentang seorang pria yang berubah menjadi serangga.

Dikisahkan seorang salesman bernama Gregor Samsa terkejut melihat perubahan tubuhnya. Ia berubah menjadi serangga raksasa. Ia kebingungan dengan wujud barunya. Keluarganya juga kaget dan ketakutan. Mereka kemudian mengisolasi dirinya di kamar. 

Awalnya adiknya perhatian kepadanya. Memberinya makan dan membersihkan kamarnya. Ia pun kemudian bekerja sebagai salesgirl. Hingga suatu ketika ia merasa lelah dan meminta keluarganya pindah ke apartemen lebih kecil. Gregor kemudian merasa ditinggalkan. Ia kelaparan dan meninggal. 

Ceritanya aneh tapi juga menarik. Kasihan Gregor. Selama hidupnya ia berjuang. Ia menjadi pencari nafkah keluarganya. Sebenarnya ia sudah merasa lelah dan bosan menjadi penjual keliling. Tapi hutang ayahnya dan nasib keluarganya ada di pundaknya. Dan kini ia menjadi serangga. Kenapa harus serangga? Entahlah. Apakah karakternya mirip dengan serangga? Lebah pekerja misalnya yang mencari madu untuk si ratu. 

Wah aku sepertinya harus mencari bukunya Kafka dulu agar lebih paham dengan simbol-simbol dalam ceritanya. 

Gambar dari molly dot hu dan wikipedia

~ oleh dewipuspasari pada April 25, 2020.

8 Tanggapan to “Tentang Kafka”

  1. Menariqueee~

  2. Lucu sekali menemukan namaku The House Of Rising Sun, seperti sebuah kesengajaan. Kita memang tidak saling kenal, hanya kemudian banyak tulisan menarik yang aku temukan dan aku kirim pesan.

    Dewi, Puspa, atau Sari.. aku juga tidak tahu, yang mana menjadi panggilanmu.

    hehehe..

    Artikel yang menarik, tapi aku tidak ingat bagian dimana, kamu menulis

    “Metamorfosis” bercerita tentang seorang pria yang berubah menjadi kupu-kupu.”

    Dari tulisan-tulisan Franz Kafka..

    Dan kemudian kamu menjelaskan, bahwa Gregor Samsa menjadi kecoa raksasa.

    Aku pernah tidak sengaja menemukan, buku komik dari novel Metamorfosis, grafisnya sangat menarik. Aku pikir itu memang karyanya yang paling fenomenal.

    Tapi aku menunggu, pembahasan tentang Kafkaesque.. yang tidak ada disini..

    Bagaimana, kalau kamu mulai membahas tentang George Orwell.

    Atau sesuatu yang berbau Orwellian State..

    Tapi .. sekali lagi, ini bukan paksaan.. hanya sebuah saran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: