Agar Mental Tetap Sehat Selama Masa Pandemi


Manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Ia biasanya memerlukan interaksi dengan orang lain, sekedar menyapa atau bercakap-cakap. Hal ini juga diperlukan oleh kaum introvert meskipun kebutuhannya lebih sedikit dibandingkan kaum ekstrovert. Oleh karena pada masa pandemi ini pada sebagian daerah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar maka proses berinteraksi ini berpindah ke ranah maya.

Berinteraksi di dunia maya tidak bisa menyamai 100 persen interaksi di dunia nyata. Emosi yang umumnya bisa dilihat dari intonasi, gestur, dan mimik orang yang berbicara sulit tersampaikan lewat sekedar kalimat di aplikasi percakapan. Meskipun saat ini juga ada emoticon dan stiker yang lucu-lucu, tapi kadang-kadang masih muncul kesalahpahaman. Oleh karena tak semua orang cakap berbicara lewat tulisan.

Namun kebutuhan bercakap-cakap itu penting bagi manusia. Hal ini baik untuk kesehatan mentalnya. Agar interaksi lebih hidup dan mengurangi terjadinya miskomunikasi maka bisa digunakan telepon dan video call.

Oleh karenanya aku paham bahwa orang-orang tua di lingkungan tempat tinggalku masih suka berkumpul-kumpul pada pagi hari. Mereka mengenakan masker dan kemudian berjemur sambil mengobrol dengan tetangga.

Mereka perlu mengobrol. Dan mungkin itu adalah kebutuhan mereka. Ketika kebutuhan itu tertekan mereka bisa merasa ada yang kurang secara psikologis. Sebenarnya hal ini bisa dihindari apabila anggota keluarga juga mengajaknya bicara, agar ia tidak merasa kesepian dan mencari teman ngobrol di luar rumahnya.

Ada juga tipe-tipe orang yang tak bisa dikurung di rumah berhari-hari. Selang beberapa hari ia ingin bepergian. Sekedar berkeliling kompleks dengan jalan kaki atau menuju pasar dengan kendaraan pribadi akan melegakannya. Ia seolah-olah tertekan jika tidak melakukannya.

Ya, kebutuhan seseorang berbeda-beda. Ada yang mendapatkan energi dari interaksi dengan sesama manusia. Ada pula yang merasa lega jika ia tak terus-terusan berada di dalam rumah.

Aku sendiri mulai memberikan perhatian terhadap kesehatan mental karena hal ini belakangan mulai banyak diderita kalangan muda. Dari HaloDoc, situs yang lumayan lengkap mengupas tentang kesehatan, juga dibahas tentang kesehatan mental, juga penyebabnya.


Kusitir dari laman Halodoc, gangguan mental dimaknakan dengan gangguan kesehatan dikarenakan suatu peristiwa yang kemudian berdampak besar pada perilaku dan kepribadian seseorang. Gangguan ini bisa berupa kecemasan, depresi, dan bipolar. Hal ini salah satunya bisa dikarenakan terisolasi secara sosial dan merasa kesepian juga karena stress yang berat.

Memang berinteraksi dengan sesama manusia dan sesekali melakukan perjalanan ke luar rumah adalah kebutuhan manusia. Tapi tetap ingat dengan rambu-rambu PSBB. Ke luar rumah sebaiknya tetap diminimalkan kecuali untuk kebutuhan mendesak seperti bekerja dan membeli kebutuhan pokok. Berinteraksi dengan sesama manusia juga perlu memerhatikan jarak dan jangan lupa mengenakan masker.

Menaati rambu-rambu PSBB menurutku penting karena pada saat ini juga banyak penderita Covid-19 yang tak bergejala. Namun umumnya gejala awal virus Corona adalah demam tinggi, batuk dengan dahak, sesak nafas, dan nyeri dada atau sesak saat bernafas atau ketika batuk.Jika Kamu atau orang-orang terdekatmu sudah memiliki gejala awal seperti ini maka lakukanlah isolasi diri. Jika belum sembuh dan semakin parah maka segeralah ke dokter untuk memeriksakan diri.

Pada saat ini juga banyak sekali hoax tentang virus Corona. Membaca hoax terutama berita-berita buruk juga bisa menyebabkan stress berat dan mengalami gangguan mental. Untuk itu saring-saringlah informasi tentang virus Corona atau batasilah minimal 1-2 kali dalam sehari mendengarkan kabar terbaru dari Covid-19.

Menurutku Halodoc cukup komplit dalam memberikan informasi seputar virus Corona alias Covid-19. Di situ dijelaskan tentang penyebab, cara melakukan diagnosa, cara pengobatan, metode pencegahan, serta kapan harus ke dokter. Dalam situs ini juga ada fitur tanya jawab dengan dokter, mencari dan melakukan janji dengan dokter yang tepat, mencari dan melakukan jadwal kunjungan dengan rumah sakit, serta membeli obat.



Tidak ada yang menginginkan kondisi pandemi ini. Harapannya kondisi ini tak berlarut-larut dan segera berlalu. Yuk jaga kesehatan badan dan juga mental. Keluyuran dan ngobrolnya dibatasi dulu, saat ini sudah ada aplikasi video call dan beragam situs belanja. Berdoa dan melakukan meditasi, tetap sibuk dan produktif juga bisa menjadi salah satu cara agar mental dan jiwa tetap sehat.

Gambar dari pexels

~ oleh dewipuspasari pada April 27, 2020.

Satu Tanggapan to “Agar Mental Tetap Sehat Selama Masa Pandemi”

  1. Ya .. pandemi yang memberi inspirasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: