Kenapa Buku Motivasi Laris?

Buku motivasi
Buku motivasi itu ada di setiap masa dan uniknya selalu tak kalah laris dibandingkan buku-buku fiksi. Jaman dulu yang superlaris dan banyak jadi bahan diskusi itu “The Seven Habits” kemudian berlanjut jadi “The Eight Habits” dan entah jadi berapa sekarang. Lalu ada “Rich Dad Poor Dad”. Kini ragam buku motivasi semakin variatif.

Kenapa buku motivasi laris?

Setiap orang perlu motivasi. Ia perlu sesuatu, resep rahasia atau rumusan seseorang untuk bisa sukses. Ia ingin tahu bagaimana bisa berhasil seperti sosok milyuner A atau sesukses B yang banyak menghasilkan karya inovatif.

Meski ia misalkan sudah sukses, ia ingin tahu lebih banyak. Ia ingin tetap bisa termotivasi. Karena tanpa motivasi, hidup bakal adem ayem tanpa sesuatu yang greget. Buktinya seminar-seminar motivasi meskipun berbayar mahal dengan menggunakan nama ‘investasi’ pun laris-manis. Setiap orang ingin sukses.

Aku sendiri juga suka buku motivasi meskipun tak semuanya kubeli. Kadang-kadang hanya ingin tahu apa sih yang dibahas dan kenapa bisa populer. Kadang-kadang aku merasa hanya istilahnya ayau jargon dalam buku motivasi itu yang sedang ngetren, bahasannya sebenarnya mirip-mirip dengan buku yang lain.

Jaman dulu ada “The 7 Habits”, dengan beberapa istilahnya yang beken seperti ‘win-win solution’ dan jadilah proaktif. Kemudian juga ada pengenalan investasi lewat “Rich Dad Poor Dad” dengan istilahnya yang keren, biarkan uang bekerja untukmu, jangan bekerja demi mendapatkan uang.

Jaman dulu jika tak tahu kedua buku tersebut rasanya kurang gaul. Setidaknya tahulah rangkuman isi bukunya hehehe. Kemudian ada buku populer “The Secret”. Di sini kemudian muncul istilah “the law of attraction” yang populer.

Buku motivasi lainnya karya penulis Indonesia di antaranya “Mimpi Sejuta Dollar”, “Oh My Goodnes: Buku Pintar Seorang Creative Junkies”, dan “Manajemen Qolbu”. Buku-buku ini juga laris-manis. Salah satu buku motivasi yang sampai sekarang kuingat isinya adalah “Mestakung” yang merupakan istilah semesta mendukung. Ketika kita sudah berupaya keras dan lalu pasrah maka bisa jadi alam kemudian membantu menciptakan jalan. Ini seperti konsep ikhtiar dalam agama.

Buku Motivasi Jaman ‘Now’

Nah lantas buku motivasi dan inspirasi apa yang lagi ngetren? Dari yang kubaca-baca di berbagai forum, seperti Goodreads, Quora, dan Pinterest rupanya ada beberapa buku yang lagi banyak dibahas. Di antaranya “Grit”, “Outliers”, dan “Barking Up The Wrong Tree”, serta “Awaken The Giant Within”.

Membaca buku-buku non fiksi ini bakal bikin Kalian lebih gaul dan pede saat nimbrung di sebuah forum. Karena istilah-istilah di sini sedang hip. Meski mungkin sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Buku motivasi
Dalam “Grit” yang sedang kubaca ada istilah ‘grit’ untuk meraih kesuksesan. Grit ini bisa dimaknakan ketabahan atau ketangguhan. Seberapa tabah Kamu untuk bisa meraih kesuksesan. Istilah ini sedikit berbeda dengan kerja keras. Dalam ‘grit’ ada unsur jangka panjang dan pengorbanan. Disebutkan orang yang tabah dalam bekerja keras bisa lebih sukses daripada yang berbakat.

Dalam “Barking Up The Wrong Tree” pembaca diharapkan untuk lebih berpikiran terbuka karena ada hal-hal yang biasa dinasihatkan kita untuk sukses ternyata hanya sekedar mitos. Di buku “Outliers” disebutkan orang yang sukses biasanya dikarenakan rentetan peluang dan kesempatan langka. Juga disebutkan di dalamnya orang sukses biasanya telah melakukan sesuatu yang secara konsisten selama 10 ribu jam.

Ada banyak alasan kenapa buku motivasi tetap laris. Ingin sukses, ingin memutakhirkan istilah populer terkini, dan sebagainya. Kalau Kalian sedang membaca buku motivasi apa saat ini?

~ oleh dewipuspasari pada Juni 14, 2020.

7 Tanggapan to “Kenapa Buku Motivasi Laris?”

  1. Saya baru mencoba meluaskan genre bacaan, dan sekarang sedang kepo sama istilah ikigai.

  2. Asik klo dpt yg versi Indonesia nih. Danke ‘tuk info mbak Dewi.

  3. Nice text mbak.. “Grit” smoga ada di ibook..

  4. Wow, daftar buku motivasinya banyak banget. Apakah mbak dewi sdh baca semua? Kalau iya, keren banget tuh.

    Sy hampir tidak pernah baca buku motivasi. Kalaupun sdh baca, sy sdh lupa apa judulnya. The 7 habits setahu saya paling ngetren, tp sy blm minat membacanya.

    Di lingkungan saya pernah ramai orang² baca “La Tahzan” karya Aidh al-Qarni. Saya juga belum baca buku itu.

    • Kalau yang lama-lama rata-rata udah baca tapi nggak semuanya beli,kadang-kadang pinjam. Kalau yang baru, hanya “Grit” yang kubeli. Lainnya baru baca rangkumannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: