Yuk Deteksi Alergi Si Kecil Sejak Dini

udang

Seorang kawanku selalu bersin-bersin jika menghirup debu. Kupikir awalnya ia sedang pilek, tapi rupanya ia mengidap alergi. Kawanku yang lain ada yang tidak bisa menyantap seafood dan telur. Oh ia rupanya juga memiliki alergi terhadap makanan. Wah rupanya banyak juga ya yang mengalami alergi.  Setiap tahunnya penderita alergi meningkat. Untuk itulah kemudian hadir Pekan Alergi Dunia (World Allergy Week).

Apa Itu Pekan Alergi Dunia?

Pekan Alergi Dunia ini akan diadakan pada 28 Juni – 4 Juli 2020. Tujuannya untuk memberitahukan kepada dunia bahwa perlu ada kepedulian tentang masalah alergi. Ia bukan kasus ringan. Nah, sebagai wujud dukungan terhadap Pekan Alergi Dunia ini Danone Specialized Nutrition menyebarkan edukasi tentang pentingnya deteksi dini risiko alergi pada anak dan metode pengelolaan nutrisi yang tepat untuk pencegahan alergi pada anak.

Salah satu wujud sosialisasi dan edukasi tentang alergi yaitu acara webinar yang diselenggarakan Danone pada Kamis, 25 Juni 2020. Pada seminar Bicara Gizi secara daring tersebut, para narasumber yaitu Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes., Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi , dan Chacha Thaib, ibu yang memiliki anak dengan alergi. Mereka semua mengingatkan pentingnya cegah alergi sejak dini.

Apa sih Alergi?

Alergi adalah sebuah kondisi yang menimbulkan terjadinya disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh, baik itu dikarenakan faktor genetik maupun lingkungan, yang menyebabkan tubuhnya mengenali bahan yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain.

Pada saat ini angka kejadian alergi meningkat. Menurut World Health Organization,  penduduk dunia yang mengalami alergi berkisar 30-40 persen. Sebagian besar berupa alergi makanan, yaitu mencapai 550 juta orang dari total populasi penduduk di dunia. Rata-rata pemicu alergi adalah susu sapi, telur, dan seafood.

susu

Banyak anak alergi susu sapi (sumber: Pexels/Alexas)

Sebagian besar ‘bakat’ alergi’ ini diturunkan dari satu atau kedua orang tua. Sehingga jika orang tua memiliki alergi. sebaiknya ia mulai waspada karena peluang risiko alergi anak menjadi besar. Untuk itu menurut Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, alergi ini penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga. Para orang tua bisa melakukan screening secara mandiri untuk mengetahui besaran risiko alergi anak melalui Allergy Risk Screener by Nutriclub, terang Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia.

Bagi orang tua yang memiliki bayi yang memiliki alergi maka perlu memerhatikan nutrisi si anak tersebut. Pasalnya, pemberian nutrisi yang tepat akan mendukung sistem imun anak dalam menurunkan risiko alergi. “Air susu ibu dan nutrisi lengkap seimbang akan mendukung perkembangan sistem imun anak. Nutrisi kombinasi prebiotik dan probiotik (Sinbiotik) merupakan salah satu nutrisi yang dapat mendukung sistem kekebalan si anak,” jelas Prof. Budi. Danone sendiri saat ini juga memiliki inovasi nutrisi dengan kandungan sinbotik yang sudah dipatenkan.

Mengapa Risiko Alergi ini Perlu Diturunkan?

Alergi akan memberikan efek jangka panjang. Ia dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, juga memberikan dampak ekonomi, sosial dan psikologi ke orang tua yang memiliki anak menderita alergi.

Risiko penyakit degeneratif yang bisa hadir ke anak dengan alergi yaitu obesitas, hipertensi hingga sakit jantung. Anak dengan alergi juga bisa jadi mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat didiagonosa dan kurang optimal ditangani. Dari dampak sosial si anak bisa jadi merasa canggung dan menarik diri dari pergaulan.

Dari hasil penelitian rupanya anak dengan alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan konsentrasi, gangguan data ingat, hiperaktif, kesulitan bicara, dan ada juga yang mudah lemas. Orang tua juga dapat mengalami masalah kecemasan berlebihan hingga depresi. Untuk itu, apabila  reaksi alergi terjadi sebaiknya orang tua jangan cepat panik. Upayakan si kecil tetap tenang dan segera lakukan validasi penyebab alergi langsung ke ahlinya,” saran Putu Andani, M.Psi., Psikolog dari TigaGenerasi.

Alergi juga berdampak ke masalah ekonomi. Si keluarga harus menanggung biaya pengobatan dan biaya tidak langsung seperti biaya transportasi, pemotongan gaji karena sering ijin atau malah sering absen bekerja, dan sebagainya.  Diakui oleh Chacha Thaib, ibu dengan anak alergi, ia mendapatkan beban ekonomi yang besar karena masalah tersebut. Selain itu si anak jadi pilih-pilih makanan karena takut.

Untuk itu ia mengajak ke para orang tua, terutama orang tua yang memiliki riwayat alergi untuk melakukan pencegahan secara dini. Caranya mudah tinggal akses Allergy Risk Screener by Nutriclub yang beralamat di sini. Tools ini mampu membantu mendeteksi risiko alergi ke anak-anak, dan membantu pemberian edukasi mengenai pencegahan alergi sejak dini.

Yuk deteksi alergi sejak dini ke si kecil.

webinar danone

Narasumber Webinar Danone (sumber gambar: Danone)

Keterangan sumber gambar atas: Pexels/Dana Tentis

~ oleh dewipuspasari pada Juni 27, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: