Misteri Waktu

Waktu

Aku lebih suka tidur siang daripada ikut bimbel. Hehehe tidak sepenuhnya benar sih karena ikut bimbel dulu rata-rata mahal dan sebenarnya materi yang dicari seputar tips-tips menghafal atau mengerjakan model soal ini itu. Tapi ada satu waktu aku menunggu waktu bimbel. Hanya karena aku ingin tahu lebih banyak tentang misteri waktu.

Waktu kelas tiga SMA aku hanya ikut bimbel yang diadakan sekolah. Setelah lulus, jelang UMPTN, ada rasa was-was juga tidak diterima di perguruan tinggi negeri, alhasil aku mendaftar di bimbel yang baru dibuka. Harganya terjangkau karena belum ada nama, dibandingkan yang sudah terkenal. Aku ikut sekitar tiga pekan.

Sebagian tips dan trik sudah kuketahui dari bimbel di sekolah. Materinya juga sebelas duabelas. Mungkin aku hanya perlu atmosfernya. Untuk menjaga semangat belajar.

Hingga pengajar itu tiba.

Aku berniat mengambil jurusan IPA untuk teknik informatika, teknik kimia, dan kimia. Sedangkan untuk IPS, aku memilih jurusan arkeologi dan hubungan internasional.

Untuk materi IPA, aku percaya diri. Sedangkan untuk IPS, aku tak tahu sama sekali. Paling-paling sejarah yang masih diajarkan di jurusan IPA di sekolah.

Ia guru sejarah. Tapi cara penyampaiannya sangat berbeda. Ia kadang melenceng dari materi, tapi itu malah yang kudengarkan.

Yang kuingat darinya adalah soal waktu dan ruang. Ia tak percaya waktu itu linear. Ia bercerita tentang seorang raja yang bisa berkomunikasi dengan leluhurnya. Ia lalu berkisah tentang ulama yang suci yang bisa berbincang dengan ulama yang telah meninggal. Bahkan mereka bisa berpindah-pindah tempat dengan mudah.

Apakah yang ditemui itu bukannya jin yang menyerupai? Atau karena mereka itu orang suci dan punya ilmu? Aku tak tahan untuk menyampaikan pendapatku. Tapi hanya di pikiran karena aku tergolong pemalu saat itu.

Ia bersikeras ada masalah waktu yang belum diketahui kalangan awam saat itu. Waktu bisa jadi tidak linear, tidak seperti pandangan masyarakat umum. Hanya bakal mengejutkan jika ilmu ini diketahui umum.

Sudah bertahun-tahun sejak masa itu, aku masih mengingat konsep waktu yang misterius. Sosoknya juga misterius, aku sudah lupa akan nama dan sosoknya, yang kuingat hanya lagaknya yang santai dan rambutnya yang sebahu.

Tapi idenya itu membeku di sel otakku. Bertahun-tahun. Ia seringkali menyala dan aktif ketika aku menonton film-film dan buku-buku tentang waktu.

Jika waktu tidak linear, bukankah akan kacau seperti dalam film “Dark”? atau seperti dalam kisah “Dragon Ball”?
Apa keuntungan yang bisa didapat dengan menguasai soal waktu?
Benarkah waktu dan ruang bisa memadat alias berkerut seperti dalam “a Wrinkle in Time”?

Seandainya waktu masa lampau bisa memengaruhi masa sekarang dan masa depan, maka adakah kemungkinan masa depan juga mampu mengubah masa kini dan masa lampau?
Benarkah akan terjadi percabangan waktu, menciptakan semesta baru, dengan sosok yang sama hanya cerita baru?

Semakin tenggelam akan misteri waktu dan ruang membuatku berpikir akan sarang laba-laba. Setiap orang memiliki sarang laba-laba sendiri. Jika ia berinteraksi dengan sekian n orang maka kemungkinan percabangan waktunya adalah pangkat n atau bisa jadi lebih. Ehmmm bisa jadi rumus matematika.

Maksudnya bagaimana?
Seandainya aku punya pilihan bekerja di A tapi di B maka aku sudah memunculkan dua semesta, aku yang bekerja di A dan aku yang bekerja di B. Lalu ada masalah di A, aku punya pilihan bekerja di C atau tetap di A, maka cabang di A menjadi AA dan AC. Aku yang di B ternyata juga punya masalah membuatku dilema memilih, antara B, D, dan E. Maka ada percabangan lagi BB, BD, dan BE. Setiap kali ada sesuatu pilihan maka bisa jadi akan muncul kemungkinan percabangan. Semestaku bisa jadi muncul setiap hari, setiap jam, atau sekian menit. Fiuhhhh aku jadi pusing sendiri. Bagaimana jika semesta ADZ dan BDX itu ternyata semesta yang sama?

Apakah aku yang di semesta BDX lebih bahagia daripada aku yang di sini? Entahlah.

Waktu itu sesuatu yang misterius. Bisa jadi yang menguasai waktu adalah orang-orang yang baik dan tak tendensius.

Dunia ini ladang yang misterius. Ada kalanya lebih mudah untuk hidup santai apa adanya, tak perlu terlalu serius memikirkan soal ini itu, apalagi tentang waktu.

Ups aku lagi-lagi melantur. Konon jika aku mulai melamun dan melantur, maka diriku sepenuhnya sudah kembali muncul.

Hei tahulah Kamu tentang sosok pejalan waktu?

Gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Juli 18, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: