25 Tahun “Toy Story”

Toy story
Tak terasa film animasi dengan menggunakan komputer, “Toy Story”, telah berusia 25 tahun. Di awal kehadirannya, “Toy Story” langsung menarik perhatian pecinta animasi masa itu karena ceritanya yang menarik dan grafisnya yang apik. Kini “Toy Story telah memiliki film keempat dan beberapa film pendek lainnya.

Pada film perdananya, penonton diajak berkenalan dengan para boneka Andy. Ia anak laki-laki yang punya banyak koleksi mainan. Apabila tidak ada manusia, boneka-boneka tersebut bergerak dan berbicara.

Di sana ada mainan boneka prajurit, ada juga si Sheriff Woody, pengembala domba Bo Peep, si anjing Slinky, boneka celengan babi Hamm, Potato Head, dan dinosaurus penakut Rex. Mereka sedang berkumpul dan merasa was-was. Pasalnya hari itu adalah hari ulang tahun Andy dan mereka cemas ada mainan baru yang membuat mereka tersingkir.

Ketakutan utama para mainan adalah dibuang atau hanya disimpan di lemari berdebu, tanpa dimainkan. Mereka sedih bila tak lagi dimainkan sahabat manusianya.

Dan ketakutan Woody terbukti. Andy mendapatkan mainan baru. Buzz Lightyear, mainan yang lagi hits dan nampak modern. Ia kemudian yang paling sering dimainkan Andy, hingga Woody merasa cemburu dan hendak melakukan sesuatu agar ia kembali menjadi mainan favorit.

Cerita yang Asyik dan Bikin Bernostalgia
Yang membuat film “Toy Story” asyik ditonton hingga 25 tahun kemudian adalah ceritanya. Menyaksikan film animasi ini ada sesuatu yang menggelitik, kenangan bersama para mainan. Ini membuat aku merasa kangen dengan mainan masa lampau dan mencoba memandang dari sisi mereka, apakah mereka sedih tak lagi diperhatikan dan disimpan dalam lemari, atau malah nasibnya lebih naas, yaitu dibuang.

Ada perasaan nostalgia ketika menyaksikannya.

Selain itu, para tokoh dalam cerita juga punya daya tarik tersendiri. Yang paling kusukai adalah Rex, si dinosaurus konyol dan penakut. Ada berbagai adegan kocak di sini termasuk ketika mereka berhadapan dengan manusia dalam situasi yang sulit.

Gambarnya indah, warnanya ceria. Musik skoringnya juga enak dinikmati. Ceritanya juga asyik dinikmati hingga akhir. Aku sudah menyaksikan berulang kali dan rasanya masih belum bosan.

Jika misalkan ada lagi film sekuelnya mungkin kutonton lagi. Tapi pada film terakhirnya bikin sedih karena Woody akhirnya memilih tinggal bersama Bo Peep meninggalkan teman-temannya termasuk Buzz Lightyear, Rex, dan lainnya.

Gambar: pixar fandom

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 11, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: