Tujuhbelasan di Ranah Virtual

Tujuhbelasan

Tahun ini perayaan kemerdekaan RI terasa kurang semarak. Hanya ada bendera yang dipasang di tiap rumah. Itupun tak semuanya memasangnya. Umbul-umbul merah putih yang dulu ramai di tiap gang dan di gapura juga jarang ditemui. Tak ada lomba tujuhbelasan di kampung. Suasana sepi ini berbanding terbalik di ranah maya. Tujuhbelasan tetap semarak, dirayakan secara virtual.

Waktu aku kecil aku menyukai lomba-lomba dan acara tujuhbelasan. Aku mengikuti lombanya walau tidak pernah menang, dari makan kerupuk, menggambar, dan memasukkan pensil dalam botol. Dulu yang aku kabur dan sembunyi karena tak suka dengan lombanya adalah lomba cepat-cepatan mengenakan baju. Entah kenapa meski masih kelas satu SD aku merasa jenis lomba ini agak terasa kurang pantas.

Aku menyukai semarak tujuhbelasan. Kampung dihias dengan umbul-umbul yang dibuat dengan gotong-rotong oleh para karang taruna. Gapura pun meriah. Lalu ada semarak lomba dan juga panggung tujuhbelasan. Aku suka dan menikmatinya.

Di sini, di Jakarta, tahun lalu juga masih ramai tujuhbelasan. Ada panggung sederhana dan tumpengan. Lalu juga masih ada upacara.

Ya, tahun ini upacara bendera akan dilangsungkan secara virtual. Lomba-lomba penyemaraknya juga tetap ada dan dilangsungkan secara virtual, melalui media sosial.

Omong-omong komunitas film Kompasiana, KOMiK, juga mengadakan tujuhbelasan yang juga dalam rangkaian ulang tahun KOMiK keenam. Tahun ini KOMiK mengadakan Liga KOMiK 2020. Konsepnya seperti cerdas cermat beregu. Pertanyaannya adalah seputar film.

Tahun lalu kami menghelat tur merah putih, diawali ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi lalu berlanjut nonton film bertemakan perjuangan dengan baju nuansa merah putih.

Kenapa bentuknya lomba kali ini tim dan ala cerdas cermat? Aku ingat pernah mengikuti beberapa kali cerdas cermat. Itu menyenangkan. Ada unsur ketegangan, kekompakan, dan juga sportivitas.

Salah satu lomba cerdas cermat yang berkesan adalah lomba cerdas-cermat matematika, cerdas-cermat TVRI, dan cerdas-cermat agama. Itu sungguh menyenangkan meski tak selalu menang.

Bagaimana dengan tempat Kalian? Adakah tujuhbelasan? Atau semua pindah ke jalur virtual?

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 15, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: