Kopi Hitam Pagi Hari

Kopi

Hawa liburan panjang memang berbeda. Meski hampir lima bulan ini aku bekerja dari rumah, tetap saja aku bisa menandai kapan liburan itu tiba. Hawanya berbeda. Setidaknya tak ada percakapan membahas pekerjaan. Dan yang paling menyenangkan adalah suasana pagi harinya. Tenang. Tanpa tergesa-gesa.
Pagi hari, si Kidut sudah terbangun. Dua adiknya kini dimasukkan ke kandang setiap malamnya, sehingga ketika terbangun ia tak berkawan. Si Mungil, induknya sudah melalang buana sejak pagi harinya. 

Si Kidut mengintip ke kamar. Ia melihatku masih asyik rebahan. Ia tak suka melihatnya. Ia pun menyelinap ke dalam kamar melalui pintu yang sedikit terbuka. 

Ia memiliki misi membangunkanku. Ia melompat ke kasur dan mengincar perutku. Hap kakinya mendarat sempurna ke perut. Ia lalu menggerak-gerakkan kakinya seperti memijatku. Hahaha aku tahu ia lapar dan memintaku untuk segera bangun. Ayo aku ingin makan, katanya. 

Dan mulailah aktivitas hari itu. Bagian menyenangkan ketika semua jendela terbuka dan matahari masuk membuat rumah terang. Bagian rumah sudah bersih dan  kemudian aku bisa duduk manis sambil menghirup kopi hitam yang tak begitu manis. 

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 16, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: