Di Rumah Saja, Jaga Psikis dan Membiasakan Pola Gizi Seimbang Bagi Anak

makanan bergizi

“Anak-anak sudah mulai bosan di rumah, mereka suka nanya kapan Bunda masuk sekolah lagi?” Cerita kawanku tentang pengalaman mereka selama pandemi Covid-19 ini.

Wajar apabila anak-anak bosan, sebagian orang tua saja juga jenuh melakukan aktivitas di rumah, apalagi para ibu yang bekerja dari rumah. Aktivitas mereka menumpuk.

Pagi mereka memasak, pukul delapan hingga pukul 10 pagi mengajari anak-anak mereka, dan setelah itu mereka berkutat dengan pekerjaan kantor hingga sore. Di sela-sela waktu tersebut mereka juga menyiapkan makan siang dan siap diganggu anak-anak mereka.

Alhasil pada kondisi pandemi ini baik orang tua maupun anak-anak rawan stress. Hal ini juga ditekankan oleh Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi.

Apa saja ciri-cirinya? Mudah marah, mudah tersinggung, sulit diajak bekerja sama, menolak berbagai hal, dan mulai malas makan.

Eits bukannya makan adalah kebutuhan vital. Nutrisi yang didapatkan dari makanan yang dikonsumsi juga benteng pertahanan untuk menjaga daya tahan tubuh.


Nutrisi yang Sehat dan Seimbang Itu Wajib

Nutrisi yang sehat dan juga seimbang itu wajib. Apalagi pada masa pandemi ini. Jangan sampai lengah daya tubuh melemah dan kondisi psikis menurun.

Oleh karena itulah ibu sebagai menteri rumah tangga di rumah juga wajib menyediakan nutrisi yang lengkap buat buah hatinya. Selain menjaga daya tahan tubuh, nutrisi yang lengkap dan bergizi juga penting bagi tumbuh kembang si anak.

Menurut dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis, menjelaskan dalam acara Bincang Gizi bersama Nutrisi untuk Bangsa, Danone, yang diadakan Rabu, 30 September 2020, gizi seimbang terpenuhi apabila makanan yang dikonsumsi tersebut mengandung zat gizi, berkualitas baik, kuantitasnya cukup, dan juga memiliki variasi makanan.

Dalam webinar bertemakan “Biasakan Anak Terapkan Gizi Seimbang Selama di Rumah Saja” ini dr. Juwalita menyebutkan empat pilar gizi seimbang tersebut yang merupakan kombinasi makanan bergizi dan gaya hidup sehat. Empat pilar tersebut terdiri dari mengonsumsi makanan beragam, berperilaku hidup bersih, melakukan kegiatan fisik, dan juga pertambahan tinggi dan berat badan sesuai usia.

bincang gizi

Para Pembicara dalam Bincang Gizi bersama Danone (sumber: Danone)


Nutrisi dalam makanan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu nutrisi makro dan nutrisi mikro. Kedua-duanya harus ada dalam makanan yang dikonsumsi si buah hati.

Apa itu nutrisi makro dan apa itu nutrisi mikro?
Nutrisi makro adalah nutrisi yang berperan dalam memberikan energi dan membantu pertumbuhan. Ia terdiri atas karbohidrat, lemak, dan protein.

Protein sendiri mencakup protein hewani dan protein nabati. Nah untuk protein, ini sangat penting bagi pertumbuhan si anak. Oleh karenanya persentase protein dalam makanan anak sebaiknya 12-15 persen dari keseluruhan makanan yang diasup dalam seharinya. Hal ini dikarenakan protein penting untuk pertumbuhan, perbaikan, dan pemeliharaan tubuh. Protein sendiri terdiri atas protein hewani dan protein nabati.

Sementara nutrisi mikro meliputi vitamin dan mineral. Ia bisa didapatkan dari sayuran dan buah-buahan, juga dari makanan lainnya seperti daging, ikan, dan kacang-kacangan.

Agar beragam maka pedoman gizi seimbang bisa menggunakan metode isi piringku.

isi piringku

Di dalam piring ini ada makanan pokok, lauk-pauk, dan sayuran.


Contohnya untuk anak usia 1-3 tahun, dalam sehari seorang anak wajib mengkonsumsi tiga porsi makanan pokok, dua porsi lauk pauk, tiga poesi buah-buahan, dan 1,5 porsi sayuran, plus air putih. Apabila makan paginya kurang dari sisi sayuran maka bisa diganti pada saat makan siang atau makan malam sehingga kebutuhan 1,5 porsi itu tetap terpenuhi.

Lauk pauk bisa berupa lauk pauk hewani maupun nabati. Lauk pauk hewani bermanfaat karena mengandung asam amino lengkap dan membantu penyerapan protein, vitamin, dan mineral ke dalam tubuh. Sedangkan manfaat protein nabati yaitu di antaranya mudah diserap, kaya serat, membangun imunitas tubuh, dan menjaga kesehatan jantung.

Nah karena pada masa pandemi ini banyak keluhan anak malas makan karena bosan di rumah, maka orang tua perlu mengenalkan newness atau sesuatu yang baru ke si anak, saran Putu.

Ibu perlu cerdik menyajikan makanan. Ia bisa memasukkan buah-buahan dalam puding. Sayuran juga bisa sesekali disajikan dalam bentuk smoothie atau schotel.

Makanan anak juga bisa ditata menarik, seperti bunga matahari untuk nasi goreng, sosis, dan telur dadarnya, lalu dihiasi dengan irisan tomat, mentimun, dan sawi putih atau selada. Anak-anak akan penasaran dan menyukainya.

menata makanan buat si anak

Menata makanan buat si anak

Anak-anak yang masih kecil juga bisa diajak melakukan hal yang sederhana. Mencuci buah dan sayuran, misalnya. Sambil beraktivitas mereka diajak mengenal bahan makanan tersebut.

Jika Ibu merasa bingung berkreasi, ajak saja si kecil menyiapkan makanannya. Misalnya menyiapkan makanan pagi berupa sandwich. Si ibu menyiapkan roti tawar, sla alias selada, telur rebus, sosis, tomat, tomat ceri, mayonaise, saus, dan sebagainya. Lalu Ibu dan anak membuat kreasi sandwich sarapan pagi.

Proses seperti ini mengasyikkan. Anak-anak akan senang. Keponakanku begitu senang diajak belajar memasak, apalagi jika mereka boleh membantu mencetak, menggulung, dan membentuk adonan.

sandwich

Menyiapkan sandwich bersama anak


Teman kantor sendiri suka mengajak kedua putrinya membuat kue setelah jam belajar dan bekerja. Mereka boleh menentukan jenis kuenya, bentuk, dan warnanya. Misalnya cake merah putih, kue kering dengan misis warna-warni dan sebagainya.

Lain halnya dengan pengalaman Soraya Larasati, ibu rumah tangga dan influencer. Ia mencoba berkreasi dengan nutrisi untuk anak berbasis soya yang terfortifikasi dengan serat, vitamin, dan mineral agar anak-anak tak bosan.

Alhasil mereka gembira dan tetap makan secara seimbang pada masa di rumah saja seperti ini.

Tempat makan juga berpengaruh. Anak-anak juga bisa diajak menata tempat makan sehingga lebih menarik. Misalnya dengan taplak yang colorful atau alat makan yang bertema binatang.

Makanan yang cukup dan kesehatan alat cerna juga membantu meminimalkan stress. Hal ini disebabkan hormon serotonin yang bersifat menenangkan stress dan meredakan kecemasan tersebut 95 persen dihasilkan oleh usus.

Nah dengan demikian seperti yang juga disarankan oleh Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia, orang tua memiliki kewajiban untuk menerapkan gizi seimbang termasuk saat di rumah saja.

Caranya bisa dengan menyajikan makanan yang variatif, memberikan pengalaman yang menyenangkan ketika menyiapkan makanan atau ketika bersantap, serta yang tak kalah penting menjaga kondisi psikis mereka sebagai orang tua dan juga psikis anak-anak. Berkebun bersama, belajar mendongeng, atau membuat kerajinan tangan juga bisa menjadi kegiatan yang menarik bagi orang tua dan anak.

Menyiapkan makanan bersama lalu bersantap bersama adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat untuk menjalin kedekatan dan kehangatan antara anak dan orang tua, serta meningkatkan interaksi.

Anak-anak diajak belajar mengupas jeruk atau mencicipi tekstur buah-buahan


“Coba dikunyah buah ini, rasanya bagaimana?” Misalnya si Ibu menunjukkan buah yang belum pernah disantap si anak.

Apabila selama ini orang tua yang bekerja di luar rumah jarang makan bersama si anak, maka pada saat-saat seperti ini adalah momen yang pas untuk lebih banyak melakukan kegiatan bersama si buah hati juga membiasakan pola gizi yang seimbang.

Momen makan juga merupakan wahana belajar si anak, jelas Putu Andani. Mereka belajar tata krama, manajemen diri dengan mengetahui sinyal lapar dan kenyang, serta membantu meningkatkan kemampuan motoriknya, lanjut Putu.

Proses seperti membantu menyiapkan makanan itu penting bagi si anak. Hal ini dikarenakan anak memiliki kebutuhan psikologi yaitu kebutuhan bisa mandiri, berinisatif, dan menghasilkan karya.

Yuk selalu jaga psikis anak dan orang tua serta biasakan si anak menyantap makanan dengan gizi seimbang.

sayuran

Anak-anak bisa diajak mencuci dan mengenal aneka sayuran

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 5, 2020.

2 Tanggapan to “Di Rumah Saja, Jaga Psikis dan Membiasakan Pola Gizi Seimbang Bagi Anak”

  1. Kudu kreatif biar masakan ada yg makan. Sedih kalau udah capek masak tapi gak dimakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: