Tentang Film Agen Berseragam Hitam

Men in black

Film franchise “Men in Black” selalu menarik untuk disimak, tapi tidak untuk film yang satu ini. Film “Men in Black: International” ini hanya menjual CGI dan kedua bintang utamanya yang sedang populer. Selebihnya film ini mudah untuk dilupakan.

Film ini berpusat pada sosok Molly Wright (Tessa Thompson). Ia gadis cerdas yang terobsesi dengan alien. Pertemuan pertamanya dengan alien terjadi pada waktu ia masih kecil. Ia melihat agen MIB yang menetralkan orang tuanya, sementara ia membantu seorang alien meloloskan diri.

Semakin dewasa ia semakin terobsesi dengan alien. Ia ingin bekerja di bidang tersebut. Tapi banyak yang menganggapnya sekadar delusi. Ia tak menyerah dan kemudian ia berhasil menemukan lokasi markas MIB. Berkat kepercayaan dirinya ia pun diterima sebagai agen dengan masa percobaan dengan sebutan agen M. Ia kemudian menjadi partner agen H (Chris Hemsworth) yang senior dan tersohor.

Keduanya lalu bersama-sama mengungkap misteri serangan kepada Vungus yang dilakukan alien kembar yang memiliki kemampuan super. Mereka kewalahan menghadapi alien kembar tersebut. Selain soal alien kembar, ada misterì kasus lain yang tak kalah pentingnya.

Men in black

Aku kemudian baru ngeh cerita dalam film ini tak ada kaitannya dengan film “Men in Black’ ala Will Smith. Benang merahnya mungkin hanya dunianya yang sama, ada alien dan juga ada agen Men in Black. Di sini markas dan pimpinan MIB dieksplorasi. Rupanya ada kantor pusatnya dan juga ada kantor cabangnya.

Ceritanya di awal sebenarnya menarik dan menjanjikan. Tentang siapa itu Molly dan bagaimana dunia MIB dipandang dari sisi manusia awam.

Tapi setelah serangan terhadap Vungus tersebut, entah kenapa alurnya menjadi membosankan dan klise. Seperti film-film aksi pada umumnya. Adanya twist kasus baru juga bukan sesuatu yang segar. Mudah dijumpai di banyak film aksi Hollywood.

Kehadiran alien dengan berbagai bentuk, teknologi canggih, dan CGI tak banyak membantu soalnya hal-hal semacam ini juga sudah jamak di film-film Hollwood. Malah masih lebih bagusan “Star Wars” dan “Star Trek”.

Bagian yang masih membantu agar film ini menarik yaitu keberadaan alien mungil bernama Pawny. Ya setidaknya ia karakter yang imut-imut menggemaskan di sini. Ia menjadi ‘sidekick’ yang tak bisa dipandang remeh.

Pawny

Dari segi cerita, terlalu biasa. Skoring juga ya bagus tapi standar. Akting Tessa Thompson dan Chris Hemsworth juga standar, penokohannya kurang berkesan. Adanya Liam Neeson juga tak banyak menolong.

Andai bagian ceritanya diperkuat maka film ini bisa jadi akan lebih menarik,tidak sekadar film pop corn yang mengandalkan CGI, nama besar film sebelumnya, dan dua bintang yang sedang hits. Melihat kedua bintangnya malah seperti Thor dan Valkyrie yang bosan di jagat Marvel dan beralih pekerjaan sebagai pemburu alien nakal.

Gambar: IMDb

~ oleh dewipuspasari pada November 8, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: