Duh Enggannya Bikin Publikasi Ilmiah

happy fairy tail

Jelang tenggat waktu pengumpulan jurnal, aku mulai merasa mulas. Kepalaku mulai panas, tanda-tanda aku mulai stress Duh kenapa rasanya berat sekali menyelesaikan jurnal.

Aku baru berkenalan dengan paper dan jurnal ketika duduk di bangku strata dua. Dulu pas masih kuliah di Surabaya memang sih tetap ada kuliah metodologi penelitian dan diminta menambahkan publikasi ilmiah sebagai bahan referensi. Cuma masa itu rata-rata karya akhir tentang pembuatan software ini itu, tentang jaringan, dan lainnya. Akses ke database jurnal dan publikasi lainnya juga masih sulit dan terbatas.

Kini akses ke publikasi ilmiah lebih mudah. Di kampus-kampus banyak disediakan akses gratis. Perpusnas juga tak mau kalah. Ada begitu banyak jurnal dan publikasi ilmiah yang bisa dibaca dari berbagai negara.

Meski sudah sering mengikuti workshop pembuatan publikasi ilmiah, beberapa kali mengikuti mata kuliah metodologi penelitian, dan juga mengikuti sejumlah konferensi baik nasional maupun internasional, tapi tetap saja aku kesusahan membuat makalah, apalagi jurnal. Gejala panik mulai menyerang seperti sakit perut mendadak, rambut tiba-tiba gatal ketika tenggat waktu pengumpulan diumumkan.

Bukankah Kamu tiap hari menulis, Puspa? Aku langsung malu. Yang kutulis, umumnya tulisan-tulisan ringan, tak berhubungan dengan duniaku. Hanya kadang-kadang aku menulis dengan tema berat hasil racikan beberapa hari, dan hasilnya hanya sedikit pembacanya. Hiks. 

Sepertinya aku kurang tekun untuk berlatih membuat karya ilmiah. Aku malas-malasan membaca paper dan jurnal. Rasanya susah sekali menemukan ide penelitian, padahal ia ada di sekitar kita jika kita benar-benar membuka mata.

Ketika kemudian aku mendengar kawan-kawan masa kecilku sudah meraih gelar ini itu dan menghasilkan penelitian ini itu yang keren, aku jadi malu. Aaargh aku kurang berusaha.

Ketekunan, aku masih belum tekun dan menyediakan waktu khusus untuk membaca paper dan jurnal. Keberanian, aku hanya pandai membuat rencana tapi kurang berani untuk segera memulainya. Rencana melulu. Passion, aku belum menemukan passion untuk rajin membuat publikasi ilmiah.

Aku jadi iri ke salah seorang rekan sejawat yang begitu ahli membuat karya ilmiah. Setahun ia bisa menghasilkan lebih dari tiga publikasi ilmiah, bahkan beberapa di antaranya adalah kelas jurnal internasional yang untuk menembusnya begitu susah.

Wah sepertinya aku harus lebih semangat dan lebih tekun. Ingat tujuanku semula.

Gambar dari Fairy Tail/Animax Asia

~ oleh dewipuspasari pada Desember 28, 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: