Candikala

Candikala
Langit itu berwarna jingga ketika hari mulai senja. Semakin mendekati waktu matahari terbenam, warna jingga itu makin memerah. Warna tersebut memberikan nuansa melankolis sekaligus magis.

Aku menganggap candikala itu indah. Jarang-jarang langit memerah seperti itu. Ketika candikala aku pun seolah-olah terhipnotis untuk terus menyaksikan langit hingga ia mulai menggelap dan betul-betul gelap.

Ada yang merujuk candikala khusus pada kondisi langit yang memerah, tapi ada pula yang merujuk pada kondisi umum yaitu ketika matahari akan terbenam. Candikala juga disebut sandikala dan senjakala.

Orang-orang tua jaman dulu kerap mengait-ngaitkan candikala dengan kejadian supranatural. Perubahan terang ke gelap. Ada batas dan perubahan. Hal di tengah-tengah itu berbahaya sehingga dulu anak-anak tak boleh main dan tidur menjelang matahari terbenam, tak hanya pada saat langit benar-benar memerah.

Kalau aku sendiri menganggap langit jingga itu anugerah. Indah dan menumbuhkan harapan. Oleh karenanya aku lebih suka membayangkan hal yang indah menyertai candikala daripada sesuatu yang seram.

Ilustrasi: Liputan6

~ oleh dewipuspasari pada Februari 15, 2021.

2 Tanggapan to “Candikala”

  1. candikala itu termasuk dari hadist yang menyebutkan munculnya tanduk setan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: