Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini Lewat Isi Piringku

Festival Isi Piringku


Anak-anak saat ini adalah generasi masa depan dalam beberapa tahun mendatang. Mereka yang berusia 4-6 tahun saat ini maka pada 25-50 tahun berikutnya akan menjadi inovator, guru, pengusaha, insinyur, dan pemimpin masa depan. Tapi bagaimana menciptakan dan melancarkan proses membentuk generasi unggul tersebut?

Dalam webinar yang diadakan oleh Nutrisi untuk Bangsa, Danone Indonesia pada Jumat (26/2) peserta diberikan gambaran bahwa ada keterkaitan antara makanan dengan gizi yang cukup dengan imunitas, tumbuh kembang anak, serta daya saing dan produktivitas. Oleh karenanya penting bagi orang tua dan berbagai elemen masyarakat memastikan anak-anak mendapat gizi yang cukup dan seimbang.

Webinar yang bertemakan “Festival Isi Piringku” untuk Anak Usia 4-6 Tahun ini diikuti peserta yang memiliki latar belakang yang beragam. Ada guru PAUD, ibu rumah tangga, pekerja kantoran, pengusaha UMKM, dan sebagainya. Semuanya dengan antusias mengikuti jalannya webinar yang diadakan secara streaming live di YouTube kanal @nutrisibangsa.

Narasumber webinar ini yakni Dr. Rr. Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA; Ir. Harris Iskandar, PhD; Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi; Karyanto Wibowo; dan Lisnawati, SPd, serta dibuka oleh Vera Sugijanto sebagai VP General Secretary Danone Indonesia.

Narasumber Festival isi Piringku
Vera dalam sambutannya menyampaikan bahwa anak-anak merupakan SDM yang penting untuk masa depan bangsa kita. Oleh karenanya tumbuh kembang anak perlu diberikan perhatian yang optimal dan dijadikan prioritas bagi semua elemen masyarakat. Permasalahan gizi itu serius, terutama pada masa pandemi saat ini.

Masalah gizi saat ini yang masih terjadi di masyarakat di antaranya stunting dan anemia karena kekurangan zat besi. Untuk itu Danone Indonesia dengan komitmen menurunkan angka stunting di Indonesia terus melakukan edukasi gizi seimbang dan sosialisasi panduan isi piringku dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dr. Rr. Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA membuka paparannya dengan pantun. Menurut Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI ini ada tiga masalah utama gizi yaitu gizi kurang alias stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi seperti anemia.

Pada tahun 2019 masih ada total sekitar 10.9 juta anak yang mengalami masalah gizi tersebut. Meskipun dalam grafik terlihat penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, namun angka tersebut sebenarnya masih tinggi.

Adanya masalah gizi ini bisa jadi memperbesar risiko bagi si anak ke depannya. Saat ini sesuai arahan Presiden RI fokus utamanya pada masalah stunting dulu. Mereka yang memiliki kekurangan zat gizi akan berisiko imunitas rendah, meningkatkan risiko penyakit infeksi, pertumbuhan dan perkembangan tidak optimal, daya saing rendah, dan produktivitas rendah.

Risiko stunting
Agar terjadi penurunan stunting maka masyarakat dan pihak-pihak terkait seperti Paud, media massa, dan lembaga sosial kemasyarakatan juga perlu mendapatkan pengetahuan tentang empat pilar penerapan gizi seimbang.

Yang pertama mengonsumsi pangan beraneka ragam, membiasakan perilaku hidup sehat, melakukan aktivitas fisik, serta memertahankan dan memantau berat badan normal.


Bahasan Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi melengkapi paparan Dr. Dhian. Ketua Departemen Gizi Masyarakat IPB dan Ketua Tim Penyusun Modul Isi Piring Anak Usia 4-6 Tahun ini menjelaskan anak-anak pada usia ini harus dibiasakan untuk makan sayur. Banyak anak yang beranggapan sayur itu tidak enak. Nah, tugas orang tua dan guru memberikan pemahaman sayur itu sehat dan penting bagi tubuh.

Kenapa sayuran itu penting? Sebab, sayuran dan buah memiliki antioksidan dan sert tidak larut yang kaya prebiotik sehingga membantu menjaga imun.

Cara mengenalkan sayuran ke anak bisa dimulai dari bayi sebagai campuran bahan makanan pendamping ASI. Sayur juga sebaiknya ditampilkan secara menarik dan variatif misal dibuat schotel atau omelet sayuran atau diselipkan ke makanan kesukaan anak. Cara lainnya dengan mencontohkan makan sayur pada saat makan bersama keluarga.

Sayuran

IPB dan Danone juga telah menyusun modul Isi Piringku lewat lagu “Isi Piringku” serta buku dengan flipchart dan tokoh anak yang menarik.Isi Piringku ini panduan sekali makan dengan menu lengkap. Ia terdiri dari karbohidrat sebagai sumber energi, protein sebagai zat pembangun, dan vitamin plus mineral sebagai zat pengatur berbagai proses metabolisme.

Tips bagi guru dan orang tua, lanjut Prof Sri Anna, agar anak-anak terbiasa dengan gizi seimbang yaitu menggunakan alat permainan isi piringku sebagai media pembelajaran, menerapkannya dalam sehari-hari misal ibu menata makanan sesuai isi piringku, menerapkan hidup bersih dan olah raga baik di PAUD maupun di rumah, serta menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara rutin.

Selaras dengan program edukasi dan sosialisasi pedoman gizi seimbang, Ir. Harris Iskandar, PhD menekankan pentingnya edukasi gizi seimbang ini sejak dini.

Widya Prada Ahli Utama Kemdikbud ini kemudian menjelaskan tentang PAUD HI yang berlandaskan Perpres No 60 Tahun 2013. Regulasi ini merupakan upaya pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan anak usia dini yang esensial secara terintegrasi. Kebutuhan esensial yang perlu diwujudkan secara holistik yakni gizi/nutrisi, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan, serta kesehatan.Untuk mendukung program ini maka juga disediakan berbagai buku panduan bagi guru yang telah tersedia tentang gizi bagi anak usia dini.

PAUD HI

Salah satu implementasi PAUD HI ada di Kupang. PAUD Kupang mengajak anak didiknya ke Posyandu untuk pertumbuhannya dicek secara rutin, lalu ada kebun sayur di tiap PAUD, serta topik gizi dijadikan salah satu topik pertemuan bulanan guru dan orang tua siswa.

Guru PAUD di Kupang dan siswa dibekali buku-buku panduan makan sehat anak dan panduan gizi seimbang anak, seperti buku bacaan anak “Pelangi Makanan Sehat”, modul kantin, kebun, koperasi juga 12 karakter baik untuk guru, dan buku aneka resep pangan lokal.

Buku PAUD
Sebagai penutup dilakukan tur ke salah satu PAUD yang telah menerapkan edukasi Isi Piringku ke para siswa dan orang tua siswa oleh wakil Danone Indonesia yaitu Karyanto Wibowo. Ada wastafel cuci tangan, poster-poster peraga tentang gizi. Lalu dilanjutkan dengan cerita dari guru PAUD Lisnawati tentang penerapan program ini dan juga kuis berhadiah bagi para peserta webinar. Wah lengkap dan bergizi ilmunya.

Informasi gizi seimbang dan isi piringku juga bisa didapat lewat web Nutricia dan Sari Husada juga lewat kanal media sosial Nutrisi Bangsa, baik Twitter, FB, IG, dan Youtube Nutrisi untuk Bangsa.

Yuk terapkan Isi Piringku dari sekarang.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 1, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: