Menjadi Perempuan yang Lebih Berdaya untuk Persempit Gender Gap di Pekerjaan dan Bisnis

Perempuan berdaya

Menjadi perempuan itu menyenangkan kita bisa belajar banyak hal seru tanpa melupakan kodrat alami perempuan yang penyayang. Hanya di beberapa tempat perempuan masih terhambat oleh stigma dan hambatan lainnya.

Nah, sebagai salah satu langkah meningkatkan kompetensi perempuan yaitu dengan bergabung dengan komunitas perempuan dan mengikuti program pendidikan.

Salah satu program Danone Indonesia (Aqua Lestari dan Sari Husada) bekerja sama dengan Stellar Women untuk pengembangan kompetensi perempuan, terutama mereka yang ingin memulai dan mengembangkan bisnis yang berdampak sosial adalah Stellar Women Entrepreneurship Academy.

Pendirian program pendidikan berkewirausahaan ini dilatarbelakangi peringatan hari perempuan internasional dan semangat Danone Indonesia berkolaborasi dengan komunitas perempuan Stellar Women dan Indonesia Business Coalition for Women, untuk mengakselerasi kemampuan perempuan dalam mengelola bisnis UMKM dan menjalankan bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan misi One Planet One Health.

Women stellar entrepreneurship academy
Di sini perempuan akan dilatih oleh mentor yang telah berpengalaman. Ada kelas mingguan berupa enam sesi webinar yang membahas tentang bisnis, kepemimpinan dan keberlanjutan dari para pembicara perempuan kawakan. Mereka adalah pendiri Narasi yakni Najwa Shihab; CEO Ria Miranda Clothing yaitu Ria Miranda; pendiri Wecare Mesty Ariotedjo; CEO Sayurbox dan Burgreens Isyana Sarasvati; dan masih banyak lagi.

Selain webinar juga ada sesi pendampingan kelompok dan sesi one in one mentoring session untuk 50 peserta terpilih.

Tertarik? Siapapun perempuan bisa ikut, baik yang ingin jadi womenpreneurs, young women, dan sociopreneurs, maupun yang ingin meningkatkan kompetensi diri.

Langsung daftar ke website Stellar Women sebelum tanggal 19 Maret di: bit.ly/stellar-academy dengan cara isi formulir dan lakukan pembayaran. Nantinya peserta akan dipilih sebanyak 50 orang. Peserta akan mendapatkan goodie bag, handbook, mentorship dan modal sebesar Rp 20 juta untuk lima pemenang.

Stellar women entrepreneurship academy
Menurut pendiri Stellar Women, Samira Shihab, kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi para perempuan. Oleh karena itu sayang untuk dilewatkan.

Dalam acara webinar yang diadakan 12 Maret lalu juga dibahas tentang peran perempuan dan masalah yang dihadapi perempuan Indonesia hingga saat ini, serta bagaimana pihak yang peduli dengan perempuan memberikan upaya untuk mendorong peningkatan kapasitas.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, menjelaskan tentang perempuan dan dampaknya bagi kemajuan Indonesia. Perempuan itu memiliki kekuatan dalam keluarga, dalam lingkup pekerjaan, dan dalam sektor industri.

Memang masih ada stereotype perempuan sebagai pemimpin dalam bisnis. Hal ini menyebabkan perempuan kurang memiliki keberanian untuk menjadi pemimpin dalam bisnis dan melakukan perubahan.

Para pembicara
Gender gap di tempat kerja di Indonesia juga masih tinggi. Indonesia menempati posisi 85 dari 153 negara, di bawah Singapura dan Thailand. Kondisi yang ideal adalah semakin banyak perempuan di top management, cuti melahirkan 6 bulan dan cuti ayah pada saat istri melahirkan sebanyak 10 hari, gaji yang sama untuk pria dan wanita, serta adanya ruangan menyusui. Sejalan dengan pemimpin perempuan, Maya Juwita, Direktur Eksekutif IBCWE mendorong agar perempuan lebih berani dan percaya diri ketika menjadi pemimpin.

Gender gap ini juga ada di bidang kewirausahaan jelas Dwi Yuliawati Faiz, Head of Programmes UN Women Indonesia. Sebenarnya perempuan mendominasi UMKM di level mikro namun hanya 43 persen usaha kecil yang dimiliki perempuan. Orientasinya juga umumnya kebutuhan, bukan pertumbuhan UMKM tersebut.

Usaha UMKM perempuan umumnya dilakukan di sektor yang pertumbuhan dan produktivitasnya rendah. Selain itu rata-rata mereka kesulitan mengakses produk keuangan.

Gender
Kesenjangan ini semakin besar pada masa pandemi Covid-19. Mereka selain bekerja juga mengurus rumah tangga. Tak sedikit yang kehilangan pekerjaan.

Bagaimana UMKM bertahan pada masa pandemi? Salah satunya dengan platform digital. Namun belum semua telah melakukannya. Juga perlu perlindungan dan akses pembiayaan.

Sedangkan Eni Widiyanti, Asisten Direktur Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjelaskan strategi pengarusutamaan gender. Berdasarkan Inpres No 9/2000 tujuannya adalah mencapai kesetaraan dan keadilan gender dengan kebijakan dan berbagai program.

Berdasarkan analisis Institut McKinsey Global, Indonesia dapat meningkatkan GDP bila terdapat tiga faktor pendorong. Faktor-faktor tersebut adalah partisipasi perempuan dalam angkatan kerja lebih tinggi, lebih banyak perempuan yang bekerja full time daripada part time, dan lebih banyak perempuan bekerja di sektor dengan produktivitas tinggi.

Gender gap

Informasi kegiatan pemberdayaan perempuan oleh Danone Indonesia dan Stellar Women bisa juga didapat di media sosial Aqua Lestari, Nutrisi untuk Bangsa, dan Stellar Women Indonesia.

Gambar cover dari pexels

~ oleh dewipuspasari pada Maret 17, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: