“Mariposa”, Berani Malu Demi Mengejar Pujaan

Mariposa

Adhisty Zara dan Angga Yunanda kembali dipertemukan setelah sukses menjadi pasangan muda dalam “Dua Garis Biru”. Di sini Zara berperan sebagai Acha yang naksir berat dan mengejar-ngejar sosok Iqbal yang diperankan Angga.

Dikisahkan Acha baru pindah ke sekolah Amanda, sahabatnya. Ia ingin menjadi anggota tim olimpiade sains di sekolah tersebut yang memang terkenal. Namun selain ingin raih prestasi akademik, ia juga ingin mendekati Iqbal.

Iqbal sendiri dikenal sebagai remaja yang cerdas namun dingin. Ia cuek kepada perempuan. Acha malah begitu tertantang mendekatinya meski Amanda berupaya mencegahnya. Selain memalukan juga ia takut sahabatnya itu sedih karena ditolak. Iqbal juga sangat merasa terganggu dan memintanya berhenti mengejarnya.

Mariposa
Namun keduanya kemudian bertemu secara intens karena Acha bergabung menjadi anggota tim olimpiade wakil sekolah bersama Yuna dan Iqbal. Apakah ajang pelatihan membuat keduanya dekat atau malah semakin renggang?

Cerita yang Bikin Risih
Aku suka cerita-cerita sekolah tentang kompetisi di bidang akademik. Topik seperti ini jarang-jarang diangkat di cerita remaja, biasanya lebih umum di film anak-anak.

Namun sayangnya yang lekat di film “Mariposa” ini adalah sosok gadis yang nampaknya terlalu kecentilan dalam mengejar pria. Aku sebagai perempuan yang menontonnya jadi merasa risih dan malu melihat karakter tokoh utamanya. Benar-benar sudah pasang topeng anti malu dalam mengejar pria. Bahkan ia nampak santai saja ketika disebut Iqbal sebagai gadis murahan. Walah.

Selintas sosok karakter perempuan ini mengingatkan pada film animasi “Whisker Away”. Namun ada alasan kuat karakter dalam animasi ini kenapa ia melakukan hal tersebut. Tapi di sini motivasi Acha hanya karena ia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya asal mau bertekad keras. Gawat kalau anak-anak perempuan lainnya mencontoh sikapnya yang sangat berlebihan mengejar-ngejar pria.

Gambaran ibu Acha yang keKorea-koreaan juga berlebihan. Sosok ayah Iqbal juga terasa tipikal.

Akting dari para tokoh utamanya juga biasa saja. Tidak bagus tidak buruk. 

Mariposa
Aku tidak suka cerita dan karakter-karakternya, hanya aku perlu memberikan apresiasi untuk unsur olimpiade sains dalam ceritanya. Lainnya yang perlu diapresiasi adalah pemeran Amanda yakni Dannia Salsabila yang nampak luwes. Visualnya yang banyak menggunakan palet warna pastel pink dan biru muda juga pas menggambarkan cerita remaja.

Gambar dari Gramedia dan Genpi

~ oleh dewipuspasari pada Maret 28, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
<span>%d</span> blogger menyukai ini: