Salju dan Kucing

Anak kucing

Aku menyesal membiarkan tiga makhluk mungil bermain di ruang tengah tanpa pengawasanku. Aku hanya ingin bermalasan di kasur. Ketika kubuka pintu aku terkejut. Seluruh lantai ruang tengah tertutup oleh salju.

Oh aku hiperbola. Tidak itu ternyata bukan salju, pastinya bukan. Juga bukan tisu. Melainkan butiran beras. Astaga ketiga kucing itu asyik memainkan beras, tanpa berempati ke mereka yang kesulitan untuk makan. Mereka asyik bermain seluncuran dan main lempar tangkap butiran beras. Nakalnya bukan kepalang.

Beras itu mereka hambur-hamburan dan main-mainkan hingga memenuhi lantai. Aku menatap lantai dan beras. Emosiku mendidih, dari hati naik ke benak. Segera kuterjang tiga anak kucing. Mereka kuangkat tengkuknya dan kumasukkan ke kandang.

Nakal, nakal sekali Pank, Ponk, dan Opal. Beras yang meka buat main seluncuran itu cukup buat 2-3 kali menanak nasi. Tapi karena kotor calon enam piring nasi pun terbuang sia-sia.

~ oleh dewipuspasari pada April 30, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: