“Single Lady”, Mudah Ditebak Penutupnya Namun Manis

Single lady
Film Thailand berjudul “Single Lady” dari dulu membuatku penasaran. Selain karena ceritanya yang mengusung komedi romantis, pemerannya juga cantik dan mirip Bunga Citra Lestari. Tapi agak goyah juga melihat durasinya 2.5 jam. Ketika sedang mager, aku pun menontonnya dan suka dengan penutupnya yang manis.

Bright dikenal sebagai queen of single lady. Akun media sosialnya banyak pengikutnya dan mereka selalu suka dengan kata-katanya. Bukunya juga kemudian laris-manis.

Ia mengajak pengikutnya untuk merasa senang sebagai single lady. Ada banyak waktu buat mereka yang lajang. Mereka juga bisa jadi apa saja dan melakukan banyak hal yang dimauinya. Tak usah banyak drama seperti ketika berpasangan. Nikmatilah hidup sebagai kaum lajang.

Namun dalam hatinya, Bright berharap menemukan pria sejatinya. Pada saat pernikahan sahabatnya, ia berjumpa dengan pria yang menyebalkan, Khem. Ia juga diramal kehidupan percintaannya akan selalu tak mulus dan nasibnya bakal sial ,sebelum ia membenahi kisah cinta masa lalunya.

Rupanya Bright pernah memiliki lima kisah cinta. Kisah cinta monyetnya bersama Jack. Cinta remajanya bersama Paul. Cinta menggebu-gebu dengan Tune. Cinta penuh kemarahan bersama Ken. Dan cinta yang kalem dan lembut bersama Tee. Sayangnya semuanya tak berakhir manis, baik karena Bright yang memutuskan atau diputuskan. Dan ada salah satu si antara mereka yang dendam kepadanya dan mengutuknya.

Single lady
Film “Single Lady” diperankan masing-masing oleh Patchrapa Chaichua dan Arak Amornsupasiri yang mirip Bunga Citra Lestari dan Chef Arnold. Film sendiri dibesut Thanakorn Pongsuwan dan dirilis tahun 2015.

Film ini durasinya agak kepanjangan. Di bagian tengah agak membosankan. Bagian kisahnya dengan Paul yang berubah jadi transgender juga terasa berlebihan.

Aku suka dengan visual gambar yang cerah dan vivid. Baju-baju yang dikenakan oleh Bright juga nampak modis. Tema pesannya juga pas, perempuan lajang dan berpasangan juga sama-sama patut berbahagia.

Dari akting, di sini ekspresi Patchapra agak monoton, meski ia tetap tampil memikat. Aku malah suka dengan akting pemeran Jack yang bandel dan seenaknya.

Penutupnya bisa ditebak sejak awal. Sangat mudah menduganya. Namun proses menuju ke sananya manis. Rupanya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka sejak lama tanpa sepengetahuan Bright.

Gambar dari Transformation

~ oleh dewipuspasari pada Mei 12, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: