Kapan Satwa Hidup Damai Bahagia

Melihat patung gajah yang tampak riang di Ragunan, aku bertanya-tanya apakah para satwa seperti gajah masih hidup damai dan tenang di habitatnya?

Di Kebun Binatang seperti Ragunan memang satwa seperti terawat dengan kebutuhan makanan yang cukup. Namun, tetap saja kebun binatang bukan rumah mereka yang ideal. Luasannya hanya segitu saja. Makanannya juga ditentukan. Sisi plusnya, mereka tak was-was terancam predator. Dari sisi kesehatan, mereka juga terpantau.

Melihat satwa dalam kandang, seperti kucing yang harus tinggal dalam kandang. Ooh kalau cuma sehari atau sedang sakit, mungkin tak apa-apa. Namun bagaimana jika sebulan, setahun, hingga mereka menua dan meninggal di sana. Ooh alangkah sedihnya. Tapi untunglah kandang di kebun binatang relatif lebih besar daripada kandang kucing dan anjing di tempat penampungan.

Ya Kebun Binatang Ragunan masih ideal dan terkelola karena berada di ibukota. Namun, melihat kondisi satwa di kebun binatang kota-kota lain yang merana, membuat hatiku sesat. Apalagi melihat mereka yang kurus kekurangan pangan, sakit-sakitan, kemudian meninggal.

Duh jahatnya. Sudah ditangkap, dipisahkan dari habitat dan kawanannya, ditaruh di kandang sempit, dan jadi bahan pertunjukan, lalu tidak dapat upah berupa perawatan. Jahat sekali ya.

Satwa di kebun binatang yang ditelantarkan akan sangat merana. Mereka juga bisa menuntut pertanggungjawaban manusia yang korupsi pangan mereka kepada Tuhan.

Satwa di kebun binatang tak sedikit yang ditelantarkan. Sementara yang ada di hutan malah rumahnya dibakar. Ada juga yang ditangkapi untuk jadi benda fesyen atau bahan lab percobaan.

Melihat patung gajah itu aku berharap generasi mendatang tetap bisa berjumpa dan bersahabat dengan mereka. Para gajah adalah hewan terhormat dan satwa yang dikenal bijak. Mereka juga patut bahagia dan hidup damai tentram di habitatnya.

~ oleh dewipuspasari pada September 20, 2026.

Tinggalkan komentar