Kenali Yuk Gejala Alergi Saluran Cerna Pada Anak dan Solusinya

Beda fgid dan alergi saluran cerna
Dua tahun pertama kehidupan bagi anak adalah masa-masa pertumbuhan yang penting. Ini adalah masa emas bagi pertumbuhan buah hati. Oleh karenanya penting bagi orang tua untuk memperhatikan kondisi kesehatan buah hatinya agar tak mengalami masalah seperti alergi tummy atau alergi saluran cerna.

Dalam acara webinar yang diadakan Nutrisi untuk Bangsa, Danone Indonesia pada Rabu, 14 Oktober 2021 dibahas cara-cara membedakan gejala alergi saluran cerna versus gejala saluran cerna fungsional. Narasumbernya adalah dr. Frieda Handayani, SpA(K), dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi bersama Shiera Maulidya, Gut and Allergy Care Manager Danone Indonesia; Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia; Binar Tika, mom influencer, dan dipandu Chyntia Octaviani.

Dalam acara bincang gizi ini terlebih dahulu dibahas tentang masa emas. Apabila masa emas si buah hati terjaga maka anak akan mendapatkan manfaat optimal terhadap perkembangan dan pertumbuhan fisik berupa berat dan tinggi badan, perkembangan kognitif yaitu IQ, bahasa, atensi), serta perkembangan emosi dan sosial, berupa kontrol emosi, adaptasi perilaku, dan interaksi sosial. Sebaliknya, bila si anak kerap mengalami infeksi maka ia bisa kehilangan momentum manfaat masa emas tersebut.

Selain disebut masa emas, dua tahun pertama ini adalah periode rentan. Hak ini dikarenakan pada masa tersebut si anak rentan terpapar ribuan bakteri dan zat asing sementara sistem organ belum berkembang dan berfungsi dengan optimal. Yang terjadi kemudian si anak akan mudah mengalami gangguan fungsional dan sakit-sakitan.

Para pembicara webinar
Dua jenis gangguan yang umum terjadi saluran cerna anak adalah alergi susu sapi dan gangguan saluran cerna fungsional.

Alergi saluran cerna ini yang paling sering dialami oleh anak-anak di bawah usia dua tahun atau usia dini adalah dikarenakan alergi susu sapi. Ini adalah alergi nomor dua terbanyak yang biasa dialami oleh anak-anak selain alergi telur. Alergi susu sapi ini tercatat sering dialami anak-anak usia di bawah 2 tahun (2-7.5%) oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Alergi ini diduga dikarenakan merupakan reaksi hipersensitivitas yang dikarenakan mekanisme imunitas tertentu

Gejala alergi susu sapi bisa terjadi pada kulit (50-70%), saluran nafas (20-30%), saluran cerna (50-60%), dan sistemik (1-9%). Biasanya anak mengalami gejala ringan hingga sedang pada dua lokasi. Misalnya alergi pada kulit dan saluran cerna.

Alergi susu sapi
Untuk gejala alergi susu sapi pada saluran cerna juga bisa terjadi gejala-gejala yang mirip dengan gejala gangguan saluran cerna fungsional, disertai mual, diare, dan muntah. Sehingga orang tua perlu teliti dalam mencari tahu apakah si anak mengalami gejala gangguan saluran cerna ataukah alergi karena nantinya bentuk penanganannya akan berbeda.

Gangguan saluran cerna fungsional alias Functional Gastrointestinal Disorder (FGID) itu sendiri dapat didefinisikan sebagai gejala saluran cerna kronis (jangka panjang) maupun berulang yang tak dapat dijelaskan penyebabnya baik secara struktur maupun biokimia. Umumnya FGID berupa kolik, konstipasi, dan gumoh (regurgitasi).

Kolik ini ditandai dengan anak yang rewel tanpa alasan jelas dan tak bjsa dicegah. Biasanya ia menangisnya lama dan merasa tak tenang.

Fgid dan alergi saluran cerna
Sedangkan gumoh terjadi karena fungsi motilitas saluran cerna si bayi belum berkembang sempurna. Oleh karenanya si bayi mengeluarkan isi reflux kerongkongan ke rongga mulut.

Sementara konstipasi merupakan kondisi si anak sulit untuk buang air besar yang terjadi sekitar dua minggu. Ada dua jenis konstipasi, konstipasi fungsional yang dialami anak dan tidak berbahaya dan konstipasi akibat kelainan organ yang bisa membahayakan.

Gangguan saluran cerna manifestasi (FGID) dari alergi makanan juga bisa berupa kolik, konstipasi, dan gumoh, yang disertai muntah, mual, dan diare. Gejalanya bisa terjadi cepat atau lambat. Cepat apabila gejalanya muncul kurang dari dua jam setelah mengonsumsi susu sapi dan lambat bila lebih dari dua jam hingga tiga hari.

Gejala alergi

Perbedaan utama FGID dan alergi saluran cerna yaitu anak dengan alergi susu sapi mengalami lebih dari satu gejala. Misalnya di kulit ia mengalami kulit kemerahan atau mata/bibir bengkak. Lalu di saluran nafas ia mengalami hidung berair, batuk, dan bersin. Di saluran cerna ia mengalami gejala seperti gumoh, muntah, diare, konstipasi, anemia, darah pada feses, dan kolik).

Jika alergi tidak diatasi maka proses tumbuh kembang anak bisa terganggu dan kualitas hidup anak menurun. Ia juga bisa memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan si anak kelak. Orang tua pastinya juga sedih dan stress bila si buah hati sakit.

Kesimpukan beda FGID dan alergi saluran cerna
Untuk itu perlu bagi orang tua untuk mengenali dan memahami bahaya FGID sebagai manifestasi dari alergi makanan pada si buah hati usia dini untuk mencegah dampak malnutrisi.Orang tua perlu memperhatikan gejala-gejala yang ada dan apabila perlu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter tentang diferensiasi FGID dan gejala alergi di saluran cerna agar mendapatkan diagnosa yang tepat.

Anak perlu dibawa ke dokter bila gejala terus berlanjut dan ada tanda bahaya. Tanda tersebut misalnya gangguan makan, muntah darah, gangguan pada organ, dan gangguan pada pertumbuhan.

Solusi bagi anak-anak yang mengalami alergi susu sapi ada beberapa macam. Salah satunya dengan menggantinya dengan susu formula soya sebagai sumber nutrisi alternatif sehingga nutrisi seimbang. Dengan demikian anak-anak bisa tumbuh kembang optimal.

Allergy tummy checker
Dalam upaya untuk melakukan deteksi dini gejala alergi di saluran cerna dan mengetahui diferensiasi FGID, maka orang tua bisa memanfaatkan tools digital yang dibuat oleh Danone Specialized Nutrision Indonesia. Tools ini memiliki keunggulan dari tools allergy checker lainnya.

Mengapa perlu cek gejala alergi sedari dini? Agar orang tua mendapat diagnosa gejala alergi & kondisi pencernaan beserta rekomendasi solusinya, mengendalikan gejala alergi buah hati, dan mencegah gejala berkepanjangan yang mengganggu pertumbuhan.

Tapi sabar dulu ya, tools allergy checker baru akan dirilis resmi Danone pada 1 November mendatang. Dengan adanya deteksi dini maka anak akan tumbuh sehat dan hadir generasi anak hebat.


Food allergy impacts quality of life, so do early detection and find a solution”.

Alergi saluran cerna

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 22, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: