Persiapkan Kelahiran dengan Mengetahui Metode Persalinan yang Tepat

Sesar atau normal
Persalinan aman memberikan kebahagiaan pada kehidupan ibu dan anaknya, demikian yang kukutip dari Dr. dr. Rima Irwinda Sp.OG(K). Oleh karenanya penting bagi calon ibu untuk menentukan metode persalinan yang tepat bagi dirinya.

Metode persalinan terbagi menjadi dunia. Yaitu, metode persalinan normal (pervaginam) dan persalinan caesar (sesar).

Saat ini terutama di kota besar Indonesia mulai banyak kaum perempuan yang memilih menggunakan metode sesar untuk persalinan. Namun apakah metode persalinan sesar jauh lebih baik dibandingkan persalinan pervaginam?

Nah berkaitan dengan metode persalinan tersebut, umumnya ada dua pertanyaan seputar metode persalinan tersebut, yaitu:
a. Apa sih plus minus persalinan sesar vs pervaginam?
b. Kondisi apa yang menyebabkan si ibu memerlukan persalinan sesar?

Sekalian kutambahkan lagi dua pertanyaan, yang jawabannya bisa teman-teman dapatkan di artikel ini, yakni:
c. Nutrisi apa yang penting bagi bayi yang lahir dengan metode persalinan sesar?
d. Bagaimana cara calon ibu mengetahui potensi dini sesar?

Jawaban pertanyaan di atas akan saya rangkum dari webinar yang saya ikuti bulan lalu. Tepatnya pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Para narasumber webinar

Para narasumber webinar Bicara Gizi (sumber: Danone Indonesia)


Webinar Bicara Gizi berjudul “Rencanakan Persalinan Secara Matang dengan Tes Potensi Caesar” yang diselenggarakan Danone Specialize Nutrition Indonesia ini terdiri atas narasumber sebagai berikut:
1. Dr. dr.Rima Irwinda Sp.OG(K), Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal
2. dr. Molly Oktarina, SpA(K), Dokter Spesialis Anak, Konsultan Alergi Imunologi
3. Stefany Talita, Mominfluencer
4. Ceasyalya Tahara, Digital Manager Danone Indonesia
5. Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia

Artikel ini akan terbagi menjadi empat bahasan besar. Yang pertama tentang plus minus persalinan caesar dan pervaginam. Dilanjutkan dengan kondisi yang menyebabkan si calon ibu menggunakan metode persalinan sesar. Bagian ketiga adalah tentang nutrisi yang diperlukan bayi yang dilahirkan dengan sesar. Dan bagian keempat tentang

Wah sudah seperti paper ya hehehe, sekalian berlatih membuat paper. Yuk kita mulai bahasannya.

I. Mengenal Metode Persalinan Caesar (Sesar) dan Pervaginam Itu?
A. Definisi
Metode persalinan pervaginam atau yang biasa disebut persalinan normal atau konvensional di masyarakat adalah persalinan yang diawali dengan kontraksi rahim dan kemudian dilanjutkan pembukaan. 

Sedangkan metode persalinan caesar atau Seksio sesarea adalah metode kelahiran bayi melalui insisi/sayatan perut ibu. Prosedurnya diawali dengan pembiusan, sayatan di kulit dan perut, pengeluaran bayi, pengeluaran plasenta, lalu ditutup dengan proses penutupan rahim dan perut.

B. Tren Persalinan Sesar dan Pervaginam
Berdasarkan data 1 dari 5 wanita di seluruh dunia melahirkan secara sesar.

Tren sesar

Tren sesar di Indonesia (sumber: Danone)


Di Indonesia jumlah persentase melahirkan secara sesar juga terus meningkat, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Namun juga masih banyak yang melahirkan pervaginam.

Dari data Riskesdas 2018, jumlah rata-rata persalinan sesar mencapai 17,6%. Khusus di Jakarta mencapai 31,1%. Menurut WHO sendiri prosedur sesar itu aman. Namun angka di atas 10-15 persen itu tidak menunjukkan luaran yang lebih baik.

C. Plus Minus Sesar vs Pervaginam
Ada plus minus antara persalinan sesar dan persalinan pervaginam.

Secara umum persalinan normal memiliki keuntungan penyembuhan yang lebih cepat; kontak kulit secara langsung setelah lahir antara ibu dan bayinya, si Ibu juga bisa lebih cepat menyusui bayinya; jumlah probiotik Bifidobacterium jauh lebih tinggi pada usus bayi; dan persalinan berikutnya memiliki risiko yang lebih rendah dan lebih cepat.

Pervaginam

Plus Minus Persalinan Pervaginam

Plus minus sesar

Plus minus persalinan sesar


Minusnya, persalinan pervaginam bisa memakan waktu lama dan tak bisa memilih waktu melahirkan, bisa lebih cepat atau juga bisa lebih lama dari yang diperkirakan. Yang terjadi bisa jadi suami sedang dinas ke luar kota atau tak bisa mengambil ijin untuk menemani persalinan.

Sementara sisi plus persalinan sesar adalah prosedur persalinan sesar itu cepat biasanya memakan waktu 40-50 menit; dan bisa memilih waktu melahirkan (hari baik atau hari khusus, misal 060606 atau 6 Juni 2006). Oleh karena waktu melahirkan lebih pasti maka suami bisa juga merencanakan ambil cuti untuk menemani persalinan.

Sisi minusnya adalah depresi post natal dan jumlah probiotik Bifidobacterium jauh lebih rendah pada usus bayi dibandingkan bayi dari persalinan pervaginam.

II. Kondisi yang Menyebabkan Si Calon Ibu Memerlukan Persalinan Sesar
Tak semua perempuan bisa melahirkan dengan cara pervaginam. Ada kondisi tertentu yang menyebabkan mereka memerlukan persalinan sesar.

A. Dari Sisi Maternal
Ada banyak hal dari sisi matermal yang menyebabkan si calon ibu perlu persalinan sesar yakni: disporporsi panggul dan kepala janin; hipertensi dalam kehamilan atau preeklamsia; infeksi akut genital misal herpes, HIV; persalinan macet; kelahiran multipel; gagal induksi persalinan; ruptur uteri; dan bekas sesar pada persalinan sebelumnya.


B. Dari Sisi Janin
Kondisi janin berikut membuat si calon ibu perlu sesar yaitu: gawat janin,.berat bayi lebih dari 4 kilogram, presentasi letak lintang; kelainan tali pusat, dan kelainan tali plasenta

Ada juga persalinan sesar karena permintaan sendiri dikarenakan trauma karena adanya riwayat persalinan vaginam dengan komplikasi; cemas apabila melakukan persalinan pervaginam apalagi kelahiran pertama kurangnya persiapan persalinan; anggapan kelahiran sesar lebih aman; dan ingin ditemani suami karena sesar lebih bisa dipastikan waktu persalinannya.

Risiko sesar

Risiko sesar itu juga tinggi (sumber: Danone Indonesia)


Persalinan sesar sebenarnya kelahiran berisiko tinggi. Ada risiko kesehatan yang menyertai ibu dan bayi setelah proses sesar. Risiko yang dialami ibu seperti perdarahan, perlukaan organ sekitar, infeksi luka operasi, depresi post natal, hernia insisional, komplikasi akibat anastesi, bekuan darah yang menyumbat paru, dan risiko kematian 13 per 100.000.

Selain itu angka kehamilan berikutnya lebih rendah, 11 persen dibandingkan ibu yang melahirkan secara pervaginam. Risiko lainnya yakni nyeri haid dan nyeri panggul kronik.

Risiko pada bayi yaitu kesulitan bernafas sementara. Bayi juga lebih berisiko terhadap asma dan obesitas.

III. Perkembangan Sistem Imun pada Bayi Sesar
Dokter Molly Dumakori Oktarina membahas tentang perkembangan sistem imun, di mana 70-80 persen sel imun ada dalam usus. Perkembangan sistem imun dalam usus dibantu oleh mikrobiota saluran cerna. Sistem imun ini akan melindungi dari mikrobiota patogen dan mengurangi risiko hipersensitivitas makanan.

Persalinan sesar mengganggu proses kolonisasi mikrobiota usus, sehingga risiko penyakit alergi meningkat. Hal ini juga berhubungan dengan tertundanya onset laktasi dan jumlah ASI yang kurang

Jumlah probiotik Bifidobacterium jauh lebih rendah pada usus bayi sesar dibandingkan bayi dari persalinan pervaginam. Probiotik sendiri adalah substrat yang tidak dicerna yang menstimulasi selektif pertumbuhan dan/atau aktivitas beberapa bakteri dalam usus yang dapat meningkatkan kesehatan.

Metode persalinan dan mikrobiota (sumber: Danone Indonesia)

Metode persalinan dan mikrobiota (sumber: Danone Indonesia)


Lantas apa yang bisa dilakukan si ibu?
Untuk menjaga kesehatan si bayi sesar dan meningkatkan mikrobiota maka si ibu perlu menjaga kesehatannya dari saat kehamilan hingga pasca melahirkan.

Saat hamil ia sebaiknya mendapatkan nutrisi yang cukup dan berkualitas, meminimalkan konsumsi obat, dan tidak merokok atau terpapar asap rokok. Saat melahirkan sebaiknya memilih pervaginam jika tidak ada masalah kesehatan atau kondisi dirinya dan bayinya.

Lalu setelah bayi lahir maka si ibu segera punya inisiasi untuk menyusui. Dan setelah melahirkan ia memberikan ASI eksklusif, nutrisi baik seimbang, tidak terpapar asap rokok, imunisasi bayi, dan mengurangi penggunaan antibiotik.

ASI sangat penting bagi bayi sesar untuk pertumbuhan dan perkembangannya (sumber: Danone Indonesia)

ASI sangat penting bagi bayi sesar untuk pertumbuhan dan perkembangannya (sumber: Danone Indonesia)


ASI dapat membantu bayi sesar tumbuh secara baik. Karena ASI itu memiliki nutrisi lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan. Ia mengandung Oligosakarida yang memiliki efek prebiotik, makanan bagi bakteri baik. ASI juga meningkatkan mikrobiota saluran cerna yang sehat, meminimalkan risiko alergi dan risiko infeksi.

Alergi pada bayi sesar juga bisa dicegah dengan sinbiotik, kombinasi probiotik dan prebiotik. Sinbiotik akan mencegah kemunculan bakteri jahat, mengganti bakteri baik dan memunculkan makanan bagi bakteri baik tersebut, sehingga jumlah bakteri baik tetap seimbang. ASI eksklusif jelas mengandung sinbiotik. Namun bagi ibu yang ASI-nya kurang lancar bisa menggunakan susu formula yang mengandung sinbiotik.

IV. Tes Potensi Dini Caesar
Danone memiliki software tes potensi dini caesar bernama Tes Potensi Caesar 2.0 yang bisa digunakan secara cuma-cuma untuk mendeteksi apakah calon ibu perlu menggunakan persalinan sesar atau tidak. Kalian bisa mengaksesnya di website http://www.nutriclub.co.id.

Tes Potensi Caesar 2.0 by Nutriclub ini berdasarkan studi literatur dan hasil validasi tool Caesar oleh Dr. dr. Rima Irwinda, SpOG(K).

Menurut Ceasyalya Tahara, Digital Manager Danone Indonesia alat ini mudah digunakan, tahap-tahapnya tidak banyak dan pertanyaannya ringkas. Selain itu hasilnya cukup akurat.

Tes potensi dini caesar 2.0 by nutriclub

Tes Potensi Dini Caesar 2.0 by Nutriclub


Contoh pertanyaannya misalnya apakah berat bayi jelang dilahirkan lebih dari atau sama dengan 3500 gram? Apakah kepala janin berada di posisi bawah rahin?

Nah coba gunakan tools tersebut untuk deteksi dini metode persalinan yang tepat nantinya. Selain persiapan fisik, jangan lupa persiapan persalinan mental juga agar terhindar baby blues syndrome. 

~ oleh dewipuspasari pada November 3, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: