“Venom 2” Jauh Lebih Seru dari Film Perdananya

Venom 2

Berkaca dari kritikan para penonton dan kritikus terhadap film perdananya, Tom Hardy sebagai produser mengajak Kelly Marcel untuk berkolaborasi menuliskan kisah “Venom 2” alias “Venom: Let There Be Carnage”. Ia turut mengajak Andy Serkis si Gollum yang juga terbiasa menjadi sutradara dan aktor yang berurusan dengan CGI dan motion-capture technology. Hasilnya lumayan. Setidaknya cerita Venom 2 jauh lebih bagus daripada film pertamanya.


Pada awal film dikisahkan Cletus Kasady (Woody Harrelson) yang melihat kekasihnya, Frances Barisson (Naomie Harris), dipindahkan ke Ravencroft Institute karena memiliki kemampuan berkaitan dengan suara pada pertengahan 90-an. Ia berhasil kabur setelah melukai polisi bernama Patrick Mulligan.

Pada waktu sekarang, Eddie Brock (Tom Hardy) nampaknya mulai terbiasa dengan Venom. Mereka sering berdebat tentang banyak hal, tapi juga mau berkompromi.

Suatu ketika Eddie dikontak detektif, Patrick Mulligan (Stephen Graham), yang dulu berurusan dengan Frances. Rupanya ada pembunuh berantai, Cletus Kasady, yang hanya ingin melakukan wawancara dengan Eddie. Rupanya Venom mampu merekam coretan yang ada di dinding Cletus, sehingga ia bisa membantu Eddie mengungkap lokasi korban Cletus disembunyikan.

Ketika Cletus hendak dihukum mati ia mengundang Eddie. Karena terprovokasi Venom menyerang Cletus, yang kemudian balas menggigitnya.

Rupanya bagian dari symbiote itu kemudian menyatu dengan Cletus ketika ia menjalani hukuman matinya. Symbiote itu menjelma menjadi Carnage yang ganas. Cletus dan Carnage kemudian berkomplot untuk membebaskan Frances yang rupanya masih hidup dan berada di Institut.

Cerita yang Lebih Semarak
Kisah “Venom 2” lebih semarak dan dinamis. Hal ini didukung dengan jajaran pemain seperti Woody Harrelson dan Naomie Harris yang berperan apik sebagai lawan yang berbahaya. Woody beberapa kali tampil sebagai sosok antagonis. Ia juga pernah tampil menjadi dua sosok bertolak karakter di film “Now You See Me 2”.

Interaksi Venom dan Eddie juga enak dilihat, sebagai dua sosok dalam satu tubuh yang mencoba berkompromi satu sama lain. Cerita saat Venom kabur dan menghadiri pesta kostum itu membuatku tersenyum. Kocak.

Aksi laganya juga lumayan banyak. Koreografi aksi Carnage lebih brutal, terutama ketika ia menyerang penjara. Ya, ceritanya lumayan sadis sehingga beberapa kali aku mengalihkan perhatian. Hubungan antara Carnage, Cletus, dan Frances juga terbilang unik di sini.

Di sini Tom Hardy nampak lebih rileks. Ia sepertinya sudah bisa bersenang-senang dengan perannya tersebut. 

Di sini tone filmnya terasa tak konsisten. Di awal seperti film horor Tim Burton lalu seperti pembunuh berantai ala “Silence of The Lambs” lalu menjadi duo maniak ala Joker dan Harley Quinn, juga ada unsur ala Hyde dan Jekyll, ditambah bonus komedi. Campur-campur.

Memang filmnya tak sempurna. Ada banyak hal yang rasanya aneh ketika Venom ‘dipaksa’ baik.

Apakah nantinya Venom bergabung dengan Sinister Six? Entahlah. Tapi sudah ada tanda-tanda ia akan bergabung dengan semesta Spider-Man.

Gambar dari IMDb

~ oleh dewipuspasari pada Desember 19, 2021.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: