Lagu-lagu Menemani Perjalanan

Lagu perjalanan

Aku menyebutnya road music atau lagu perjalanan. Ya, lagu ini seperti membuatku melamun seolah-olah sedang melakukan perjalanan. Ketika menemukan lagu ini selama perjalanan di radio aku bersorak. Lagu yang pas mengiringi perjalanan panjang.

Aku suka melakukan perjalanan. Semakin panjang alias semakin jauh dan lama akan semakin baik. Aku bisa banyak melamun. Aku bisa banyak merenung. Pikiran seakan-akan melalang buana ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Antara di dunia riil dan dunia khayalan.

Lagu-lagu menemani perjalanan rata-rata memiliki unsur elektronika. Seperti perjalanan ke masa lalu atau ke masa depan.

Dalam daftar lagu perjalanan, lagu-lagu berikut masuk daftarku. Ada “A Real Hero” dari College & Electric Youth yang masuk dalam soundtrack film “Drive” yang dibintangi Ryan Gosling. Menurutku ini film terbaik Ryan hingga saat ini.

Lagu ini membuatku melamun. Ada bagian dari lagu ini yang diulang. Musik dan liriknya menghantuiku dan terekam dengan baik di bawah sadar.

A real human being and a real hero
Real human being and a real hero

Lagu berikutnya adalah milik Justin Bieber dan DJ Snake berjudul “Let Me Love You”. Aku bukan penggemar Justin, tapi aku suka dengan lagu ini. Lagu yang juga berhasil membuat pikiranku berkelana, menuju Jawa Timur terus ke ujung hingga Banyuwangi.

 

Musik EDM-nya membuatku seperti mengarungi perjalanan yang jauh. Di sini Justin banyak menggunakan falsetto dan berhasil.

Tembang Daya bersama Chainsmokers berjudul “Don’t Let Me Down” di awal-awal lagunya juga terasa misterius. Seperti membuatku terkenang dengan perjalanan malam menuju Madura melewati tempat-tempat yang sepi dan berkabut.

Antara damai dan perasaan kuatir tersesat karena begitu sepi, jarang kutemui kendaraan melintas.


Tembang “Hymn for the Weekend” dan “Paradise” dari Coldplay juga membuatku serasa terhipnotis di perjalanan. Lagu ini membuatku antusias apa yang akan kami jumpai di perjalanan. Itulah yang kusukai dari perjalanan darat panjang, tak ada yang tahu kapan kami akan berhenti. Kami bisa berhenti sesuka hati.

Aku merindukan perjalanan tersebut.

 

Tembang Twenty One Pilots berjudul “Stresses Out” dan “Heathen” juga membuatku melamun. Perjalanan kadang-kadang membuatku merasa lega sejenak. Semakin berat masalah, rasanya aku ingin melakukan perjalanan yang panjang. Biarkan aku menemukan solusinya sambil melakukan perjalanan.

 

Lagu “The Blower’s Daughter” dari Damien Rice membuatku terkenang akan masa-masa jatuh hati dan patah hati. Keduanya sama-sama melemahkan dan juga menguatkan. Aku jadi ingat masa-masa aku menenangkan diri dengan melakukan perjalanan jauh seorang diri. Ketika kembali aku merasa jauh lebih baik.

Musik lagu ini indah. Aku tak benar-benar paham apakah lagu ini tentang patah hati atau jatuh hati. Mungkin perasaan di antara keduanya.

 

Lagu dari Angels and Airwaves berjudul “The Adventure” membuatmu membayangkan perjalanan ke luar angkasa. Lagu yang epik dan pas menggambarkan suasana mengarungiiar angkasa. Tom di sini nampak tampan dengan potongan rambutnya yang berbeda dengan sewaktu di Blink-182.

Bagian akhirnya itu epik.


Alan Walker dengan “Faded”-nya seperti membangkitkan memori baik dan buruk. Vokal yang merdu dan rapuh memberikan lagu ini kekuatan dan keunikannya. Lagu yang masih suka kuputar hingga kini.

Another dream, the monster’s running wild inside of me…”


Gara-gara kawanku terus memutar lagu Weezer berjudul “Island in The Sun” selama perjalanan di Bali, aku jadi teringat akan Bali dan perjalanan tersebut setiap mendengar lagu ini.

Lagu yang indah. Ketika melihat video klipnya yang seperti petualangan di Afrika bersama hewan-hewan, aku jadi malah berasa sedih. Apakah hewan-hewan tersebut baik-baik sajakah? Setiap kali aku melakukan perjalanan aku merasa bersalah ke kucing-kucingku yang kutitipkan ke pak satpam. Aku kuatir mereka tak cukup makan.

Yang terakhir adalah “Boom Clap” Charli XCX dari soundtrack film “The Fault in Our Star”. Lagu ini indah dan seperti lagu lawas 80-an. Lagu ini berhasil membuatku membayangkan situasi tahun 80-an yang terasa damai. 

Itulah sebagian lagu pengiring perjalanan.

Sumber gambar: u-haul

~ oleh dewipuspasari pada Januari 3, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: