Wujudkan Generasi Sehat Bebas Stunting di Masa Depan

Cegah stunting
Angka stunting di Indonesia masih mencemaskan. Meski dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, angka stunting relatif telah menurun. Pada tahun 2019 angka stunting mencapai 27,67 persen. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat termasuk juga dengan para orang tua dan calon orang tua untuk menurunkan angka ini hingga setidaknya mencapai target tahun 2024 yaitu sebesar 14 persen.
Apa itu stunting dan mengapa isu ini penting?
Stunting bisa didefinisikan sebagai kekurangan gizi yang dialami oleh anak-anak yang berlangsung menahun. Mereka yang tergolong stunting apabila usia mereka masih masuk 1000 hari pertama kehidupan. Isu stunting ini penting karena stunting bisa menyenangkan perkembangan otak dan tumbuh kembang anak terhambat.

Stunting bisa karena kurang asupan gizi, infeksi yang berulang, dan kondisi psikospsial yang tidak memadai. Cara intervensi stunting yaitu intervensi sensitif dan spesifik. Namun yang tak kalah penting adalah edukasi ke semua elemen masyarakat.

Nah dalam rangka Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari, maka Danone Indonesia bekerja sama dengan Kompas mengadakan Webinar Kompas Talks #BersamaCegahStunting dengan tema “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan”.

Cegah stunting

Narasumber acara ini adalah Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI Dr. Dhian P. Dipo, MA; Kepala BKKBN RI dr. H. Hasto Wardoyo; Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif; dan Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin. Moderatornya adalah wartawan harian Kompas Deonisia Arlinta. 

Dalam webinar ini ada banyak hal menarik dibahas. Di antaranya strategi nasional yang disusun Kementerian Kesehatan untuk
mempertahankan angka stunting agar semakin menurun; program yang dibentuk BKKBN untuk mendukung realisasi strategi pemerintah untuk mencegah stunting; langkah-langkah dan program Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam mendukung komitmen pemerintah dalam penurunan angka stunting di Indonesia; dan upaya Danone Indonesia mendukung gerakan pemerintah dan membantu masyarakat dalam mencegah dan mengatasi dari kondisi stunting.

Yuk kita bahas satu-persatu.

Acara dibuka oleh Wakil Pimred Harian Kompas Tri Agung Kristanto. Dalam webinar ini. Ia mengingatkan bahwa bonus demografi tidak akan bermakna bila ada generasi yang masih stunting.

Strategi dari Kemenkes RI
Dr Dian dari Direktorat Gizi Kemenkes RI bercerita bila melihat prevalensi 27 persen maka satu dari empat anak di Indonesia mengalami stunting. Yang dilakukan Kemenkes untuk pencegahan adalah berupa intervensi spesifik.

Cegah stunting

Yang pertama dengan penguatan kapasitas SDM-nya, pemahaman tenaga kesehatan, akademisi, guru, tokoh masyarakat agar bisa menyampaikan ke masyarakat dan bisa melakukan tindakan dengan tepat.

Yang kedua yaitu peningkatan kualitas program dengan monitoring dan evaluasi. Di antaranya promosi dan konseling menyusui, pemberian makanan bayi dan anak, pemberian suplementasi zat gizi mikro dan makro, pemantauan pertumbuhan, tata laksana gizi buruk, pelayanan imunisasi, dan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui serta balita.

Program ini diperkuat dengan edukasi agar mereka sadar bahwa ini penting dan demi kebutuhan anak.

Strategi khusus pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting yaitu dengan konvergensi, intervensi spesifik dan sensitif. Yang intervensi sensitif di luar kemenkes, dilakukan kementrian lainnya dan pemerintah daerah, namun sasarannya sama, dipantau oleh Kemendagri.

Mereka yang kemudian menyampaikan laporan ke Kemenkes, misal tentang ketahanan pangan di lingkup rumah tangga. Program ini juga bisa diselaraskan dengan kearifan lokal di daerahnya.

Program Darurat BKKBN
Dengan menganalisa data yang sudah ada, maka Kepala BKKBN RI dr. H. Hasto Wardoyo menciptakan program bernama Run Pasti, sebuah program darurat agar angka stunting bisa dicegah dan bisa menurun hingga sesuai target.

Cegah stunting

Berdasarkan data BKKBN, ada rata-rata 5 juta yang hamil dan melahirkan setiap tahun. Dalam dua, setengah tahun diperkirakan akan lahir 12,5 juta bayi.

Dengan adanya calon bayi ini maka BKKBN berupaya agar tidak ada lagi stunting baru.
Andaikata ada 2 juta pasangan menikah, dan yang hamil 1,6 juta maka ada kemungkinan 430 ribu bayi terancam stunting.

Oleh karena itu BKKBN mengajak koordinasi Kementerian Agama untuk mengidentifikasi mereka yang akan menikah. Tiga bulan sebelum menikah calon pengantin wajib ikut konseling dan cek kesehatan, seperti lingkar lengan atas, HB, massa tubuhnya, baru dapat sertifikat.

Bayi yang lahir juga harus terukur panjang badan, berat badan dan lainnya. Saat ini panjang badan bayi sekitar 22,2 persen kurang dari 48 cm, sekitar 11 persen berat badannya itu kurang dari 2.5 kg. Mereka bisa rawan stunting bila tak dikawal.

Oleh karena itu program darurat itu bermaksud menyiapkan mereka yang hamil dan mengawal anak hingga 1000 hari dengan adanya tim pendamping keluarga. Saat ini ada 200 ribu tim pendamping keluarga. Tim terdiri dari satu bidan, satu PKK, dan satu penyuluh BKKBN.

Program Ikatan Dokter Anak Indonesia
Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif menjelaskan stunting itu perawakan pendek akibat malnutrisi kronik. Ini dikarenakan asupan gizi kurang karena kemiskinan, penelantaran, ketidaktahuan, dan sering sakit karena sanitasi tidak baik, infeksi, alergi dan prematuritas.

Cegah stunting

Oleh karena itu program ada social safety net, program kesejahteraan sosial anak integratif, penyuluhan dan edukasi tentang nutrisi. Saat stunting berat badan sulit bertambah, tingginya pendek, dan otak juga kurang berkembang, sehingga IQ juga rendah.

Nah saat berat badan anak rendah maka harus cepat ditangani, agar tidak jadi stunting.

Mencegah stunting itu diawali di rumah dengan edukasi ke orang tua, seperti pemberian ASI dan MPASI yang benar. Selanjutnya adalah edukasi ke kader-kader cara merujuk bayi stunting juga alat ukur yang benar. Dan yang penting diketahui tidak semua anak pendek itu stunting.

Program Danone Indonesia
Dengan visi One Planet, One Health, maka masalah makanan buat anak itu penting. Danone Indonesia berkolaborasi mengatasi stunting dengan berbagai pihak.

Cegah stunting

Programnya di antaranya mempromosikan konsumsi gizi seimbang, gerakan ayo minum air, dan memberdayakan ibu kantin. Program-program ini bertujuan selain mencegah stunting juga agar anak Indonesia sehat.

Masalah stunting sendiri berbeda dengan obesitas. Obesitas sendiri adalah kelebihan berat badan yang juga bisa berdampak buruk bagi anak di kemudian hari. Dengan adanya pengawalan kondisi anak lewat Posyandu dan orang tuanya maka kedua hal ini, stunting dan obesitas sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Harapan dari banyak pihak stunting di Indonesia bisa terus dicegah sehingga angkanya terus menurun. Dengan demikian harapan untuk mewujudkan generasi emas dan wujudkan generasi sehat di masa depan akan bisa tercapai.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 1, 2022.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: